Seminar Online, Rahmad Asri Sufa: Pemuda Tidak Boleh Berhenti Berfikir


Bireuen - Mewabahnya Pandemi virus Corona atau Covid-19 di seluruh dunia, memicu setiap aktivitas yang dilakukan oleh warga, tak terkecuali Indonesia. Covid-19 hadir di Indonesia seakan-akan pahlawan di siang bolong yang meluluhlantakkan setiap aktivitas di kalangan masyarakat. Diantaranya Provinsi Aceh yang begitu terdampak dari Covid-19, sehingga aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, juga pendidikan begitu merosot, sehingga proses belajar mengajar (PBM) di sekolah/universitas terhenti, Sabtu (25/4/2020)

Rahmat Asri Sufa, Tokoh muda Aceh intens menumbuhkan inovasi dan menginisiasi pembelajaran secara online melalui Room Discussion.

"Iya Alhamdulillah, ini diskusi ke 7 secara daring yang saya laksanakan, dan spesialnya kita Menyambut awal Ramadhan dengan mengangkat tema 'Solidarits Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19', sehingga kaula muda tidak terhenti dalam berpikir dan tetap kritis mengikuti diskusi secara daring ini", tegas Dosen muda ini

Ruang diskusi tersebut melibatkan narasumber dari tiga daerah yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur.

"Room Discussion ini menghadirkan 3 narasumber dari berbagai daerah diantaranya, Tgk. Khairul Laweung, M.Ag  Dosen UIN Ar-Raniry juga aktivis sosial dan sekarang dipercayakan sebagai pansus Pemda Aceh dalam penanganan covid-19, Dini Hikmayani Nasution, M.Si Dosen yang juga Tokoh Perempuan Sumatera Utara, dan Daniel Abadi Sihotang, ST tokoh muda asal Kaltim yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Kaltim", ujar Rahmat

Disisi lain, Tgk. Khairul Laweung, M.Ag menegaskan bahwa anak muda Aceh harus bergerak dan menjalankan protokol pemerintah dalam penanganan virus corona.

"Kaum muda Aceh harus terus berbuat dan tetap mengikuti protokol pemerintah dalam penanganan covid-19, semoga kita menyambut Ramadhan ini dengan penuh Rahmat", ungkap Sekjend Karang Taruna Aceh sekaligus Ketua ISKADA Aceh ini

Menurut Dini  Hikmayani Nasution, perempuan juga bisa berkiprah di rumah melalui home industri dan skill yang memadai, walaupun di tengah wabah, inspirasi harus tetap jalan.

Sementara Daniel Sihotang menyampaikan bahwa nilai solidaritas umat islam dalam bulan ramadhan sangat terasa dan mereka saling membantu di Kaltim.

"Solidaritas Ramadhan untuk saudaraku yang beragama Islam sangatlah terasa, saya memiliki banyak teman Muslim dan saling berbagi di Bulan Ramadhan, bahkan kami di Kaltim sering bergotong royong dalam skala besar bersama pemuda dan warga NU juga Muhammadiyah di sana", tutup Daniel yang juga Mahasiswa Pascasarjana Universitas Mulawarman. JW/Rahmad 

Related Posts:

0 Response to "Seminar Online, Rahmad Asri Sufa: Pemuda Tidak Boleh Berhenti Berfikir "

Posting Komentar