Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Relawan Soroti Sulitnya Akses Data Desa Terdampak Saat Awal Banjir Bireuen

 


KabarJW — Pengalaman sulitnya mengakses data desa terdampak banjir di Kabupaten Bireuen pada masa awal tanggap darurat, diungkapkan seorang relawan saat kegiatan audiensi antara gerakan sipil dengan unsur eksekutif dan legislatif di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen, Selasa (10/03/2026).

Hal tersebut disampaikan relawan Humansight, Muhammad Arif yang akrab disapa Abiet, ketika menanggapi pernyataan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Hanafiah SP, yang menyebut data kebencanaan terbuka bagi publik.

Abiet menjelaskan bahwa pada hari-hari awal banjir, ia mendampingi tim medis dari organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah, yang hendak memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

Sebelum menuju lokasi, rombongan terlebih dahulu mendatangi posko pemerintah untuk meminta informasi mengenai desa terdampak serta wilayah prioritas yang membutuhkan layanan medis.

Namun, data tersebut tidak tersedia di posko.

“Pada saat itu kami tidak mendapatkan data desa terdampak maupun rekomendasi wilayah prioritas untuk layanan medis,” ujarnya.

Karena tidak memperoleh informasi resmi, tim akhirnya memutuskan bergerak secara mandiri untuk mencari wilayah yang membutuhkan bantuan medis.

Abiet juga menyebut pernah menerima informasi bahwa Desa Kubu telah memiliki posko kesehatan. Namun ketika tim tiba di lokasi, posko tersebut tidak ditemukan.

Menurut koalisi masyarakat sipil, pengalaman tersebut menunjukkan masih adanya kelemahan dalam sistem informasi kebencanaan, terutama pada fase awal tanggap darurat.

Koalisi menilai ketersediaan data yang terbuka, akurat, dan mudah diakses publik sangat penting agar koordinasi penanganan bencana berjalan lebih efektif serta memudahkan relawan dan lembaga kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

 

[Fakhrurrazi/ Jurnalis Warga]


Posting Komentar

0 Komentar