Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


19 Siswa SMAN 1 Kuala Bireuen Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG

 

Indah Miranda, siswi SMAN 1 Kuala, terbaring di ruang IGD RSUD dr. Fauziah, Bireuen, Kamis (17/9/2026). Ia mendadak mual dan pusing usai mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis di sekolahnya.

KabarJW- Siang itu, Indah Miranda menerima porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya seperti biasa. Namun, ketika gigitan daging ayam mendarat di lidahnya, siswi kelas tiga SMAN 1 Kecamatan Kuala, Bireuen, ini langsung merasakan kejanggalan. Daging ayam tersebut terasa asam.

"Saat saya mengonsumsi daging ayam terasa asam hingga menyebabkan saya mual, bahkan sempat muntah sekali. Setelah itu saya mohon izin pulang," tutur Indah mengenang peristiwa pada Kamis (17/9/2026) tersebut.

Awalnya, Indah mengira rasa mual itu sekadar gangguan kesehatan biasa. Kesadarannya baru tertambat saat mendengar kabar bahwa rekan-rekan sekolahnya mengalami gejala serupa. Ada yang tak beres dengan santapan siang mereka.

Melihat kondisi yang tak kunjung membaik, pihak keluarga—ibu dan pamannya—segera melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah Bireuen.

Hingga kini, Indah masih merasakan pusing. Meski suaranya masih terdengar perlahan dan belum mampu bergerak bebas seperti sedia kala, ia sudah bisa berkomunikasi dengan lancar.

Dugaan keracunan ini menguat setelah dikonfirmasi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Hubungan Masyarakat SMAN 1 Kuala, Jufirzal, S.Pd. Ia membenarkan bahwa total ada 19 siswa yang mengalami keluhan sakit usai mengonsumsi hidangan MBG.

Awalnya, pihak sekolah mencatat 18 siswa. Namun, jumlah tersebut bertambah setelah seorang siswi bernama Nuril Faiza ikut mengeluhkan pusing. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ia pun menyusul diboyong dari rumahnya menuju rumah sakit.

Para siswa yang dirawat umumnya menunjukkan gejala mual dan muntah. Mereka berasal dari berbagai ruang kelas yang berbeda. Padahal, menu yang disajikan siang itu tergolong lengkap: daging ayam, tahu goreng, nasi putih, irisan timun suri, serta buah salak.

Jufirzal mengungkapkan bahwa program MBG yang dikelola oleh SPPG Lancok, telah mendistribusikan makanan ke sekolah tersebut, selama lebih dari satu tahun tanpa pernah mengalami kendala. Kejadian ini menjadi kasus pertama yang muncul sejak program tersebut berjalan.

Menariknya, hingga Kamis sore, belum ada laporan keluhan dari para guru yang ikut menyantap hidangan tersebut. Jufirzal sendiri mengaku belum sempat mencicipi bagiannya.

"Saya belum sempat mengonsumsi MBG karena pergi minum kopi pada jam istirahat. Guru-guru yang sempat menikmatinya belum ada yang sakit," pungkas Jufirzal.

Kini, belasan siswa masih dalam penanganan medis, sementara penyebab pasti di balik rasa asam daging ayam tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

 

Afrizal/ Jurnalis Warga


Posting Komentar

0 Komentar