Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Keuchik Nasrul Luruskan Isu Material Rumah Bantuan BNPB: "Saya dan Keurani Bukan Pemasok"

 

 

Keuchik Gampong Kuala Ceurape, Nasrul, memberikan klarifikasi terkait tuduhan penyedia material rumah bantuan BNPB

KABARJW — Isu keterlibatan aparatur desa dalam proyek material pembangunan rumah bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Gampong Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Bireuen, akhirnya mendapat tanggapan tegas.

Keuchik Gampong Kuala Ceurape, Nasrul, membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya bersama Keurani Gampong (Sekretaris Desa), Salahuddin, bertindak sebagai pemasok atau pihak ketiga material bangunan rumah bantuan tersebut.

Nasrul menjelaskan bahwa keterlibatan Keurani Gampong semata-mata untuk membantu mobilisasi barang warga penerima manfaat. Peran tersebut diambil karena keterbatasan sarana transportasi angkutan barang yang dimiliki masyarakat setempat.

"Mobil bak terbuka disewa Rp100 ribu per hari untuk mengangkut barang-barang material warga, karena tidak semua warga memiliki kendaraan angkutan barang. Sekdes hanya bertindak sebagai sopirnya," ujar Keuchik Nasrul saat memberikan klarifikasi di salah satu kafe, Rabu (23/9/2026).

Menanggapi kabar mengenai penunjukan Toko Bangunan Sinar Kifarah yang berlokasi di Bugak Krueng, Kecamatan Jangka, Nasrul menegaskan bahwa hal tersebut bukan keputusan sepihak atau kewajiban yang ditetapkannya. Saat rapat warga di meunasah gampong, ia hanya memberikan saran berdasarkan pertimbangan kepraktisan dan kelengkapan material.

"Dari kantor diarahkan bahwa toko bangunan wajib memiliki SIUP/SITU serta tidak boleh menggunakan nomor rekening pribadi, melainkan nomor rekening toko. Pertimbangan kami menyarankan toko tersebut karena barangnya lengkap, sehingga memudahkan warga berbelanja tanpa harus menunggu berhari-hari. Banyak warga gampong lain juga berbelanja di sana," jelas Nasrul.

Ia menambahkan, pihak toko bangunan mitra tersebut juga bersedia memfasilitasi dan mendanai pembayaran material kayu dari tempat lain yang barangnya tidak tersedia di toko mereka, mengingat dana bantuan masuk secara bertahap melalui rekening toko.

"Warga juga pernah melaporkan kepada saya bahwa mereka berbelanja kayu di tempat lain. Begitu saya beritahukan ke pihak toko, mereka juga langsung melakukan pembayaran," tambahnya.

Mengenai kebutuhan kusen dan material kayu, mayoritas warga penerima bantuan memesan secara mandiri ke bengkel Abuwa Prabot milik Karmadi di Jalan Medan–Banda Aceh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Nasrul memastikan seluruh standar harga material kayu yang dibeli warga telah mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

"Harga kayu sesuai yang ada di RAB, contohnya satu lembar papan harganya Rp70 ribu, bukan Rp120 ribu, dan satu ton harganya Rp7 juta," tegas Keuchik Nasrul mengakhiri klarifikasinya.

Melalui penjelasan ini, pihak pemerintah gampong berharap tidak ada simpang siur informasi di tengah masyarakat terkait tata kelola dan penyaluran material program rumah bantuan BNPB di Kuala Ceurape.

 

Afrizal/ Jurnalis Warga


Posting Komentar

0 Komentar