Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Gampong Seunebok Rawa, Deklarasi Tolak Politik Uang

 


KabarJW- Seuneubok Rawa, Kecamatan Peusangan, Bireuen merupakan Gampong Demokrasi,  binaan Panwaslih Provinsi Aceh pada 2021. Sejak terpilih berbagai kegiatan dilakukan, dimulai penandatangan komitmen lintas pihak, pendidikan kepemiluaan dan demokrasi, simulasi menggunakan surat suara, serta berkomitmen menolak politik uang.

Ruslan, Keuchik Seuneubok Rawa, menegaskan bahwa pemimpin yang baik hadir dari masyarakat yang baik. Menurutnya pemulihan demokrasi yang cacat di Indonesia, dimulai dari gampong. hal tersebut disampaikan saat diwawancarai tim KabarJW.com pada Minggu (4/2/2024).

“kami terus berkomitmen untuk membuat perubahan, dari hal kecil sampai berdampak. Kali ini dari sekian banyak pendampingan dari Panwaslih Bireuen dan banyak pihak, maka kami juga mendeklarasikan diri untuk menolak politik uang, sebagai tanggungjawab sosial kami”, ujarnya.

Dirinya mengaku, menjelang Pemilu 2024 sudah banyak potensi pihak-pihak, masuk ke gampong-gampong melakukan praktik politik uang, maka mereka harus mulai melakukan pencegahan sejak awal.

“pengetahuan yang selama ini rutin kami dapatkan, jangan hanya sekedar kata, tapi ingin kami buktikan”, sambungnya.

Selain itu, Nurmalis salah satu tokoh perempuan Seunebok Rawa, mengutarakan, kalangan perempuan rentan menjadi sasaran politik uang. Salah satu yang mempengaruhi adalah faktor ekonomi, misalnya uang 100 ribu di level gampong sangat berharga bagi mereka.

“terkadang kita tau itu salah, tapi ada juga yang melakukannya. Tapi mulai sekarang kami kelompok rentan, tidak mau dibodohi lagi. Karena satu suara kami, menentukan masa depan kita semua”, ungkapnya.

Nurmalis juga mengaku, sangat sulit mengubah kebiasaan menerima politik uang karena kondisi masyarakat yang terjepit ekonominya. Namun melalui pendidikan politik yang selama ini didapatkan, maka telah membangun keasadaran bahwa memilih pemimpin karena visi dan misi, bukan tergiur dengan sejumlah uang atau barang yang diberikan.

“perempuan harus cerdas, memastikan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam mengakses, berpartisipasi, dan mempengaruhi proses politik”, tegasnya.

 

Penulis : Halimatul Sakdiah/ Jurnalis Warga Bireuen


Posting Komentar

0 Komentar