418 Anggota PKK Gampong di Peusangan Mampu Hafal Asmaul Husna


Sebanyak 418 anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) gampong di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen mampu menghafal asmaul husna. Hal itu  terbukti melalui perlombaan yang di selenggarakan oleh PKK kecamatan dua hari berturut di Balai Desa setempat, 26-27 Oktober 2019.

Tujuan dari perlombaan Mars PKK dan Asmaul Husna adalah dalam rangka ulang tahun Bireuen sekaligus melatih ketrampilan serta  nilai keagamaan anggota PKK. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Camat Peusangan Erry Seprinaldi, SSTP, S.Sos, M.Si kepada kabarjw, 27/10/2019.

"Selain masih dalam rangka perayaan ultah Bireuen, lomba ini juga diadakan untuk meningkatkan ketrampilan seni dan menambahkan pengetahuan anggota PKK dalam menghafal asmaul husna," ungkap Camat Erry.

Pada saat yang sama ketua TP PKK Kecamatan Peusangan Ida Arini, S.Ked menyampaikan bahwa yang ikut serta dalam perlombaan tersebut adalah sebanyak  38 gampong. Setiap gampong minimal keluar satu grup dengan jumlah anggota 11 orang. 

"Ada 38 gampong yang mendaftar di lomba ini, masing-masing mereka  bentuk satu grup mars pkk dan satu grup asmaul husna. Ada juga yang satu grup untuk dua kategori dengan jumlah anggota satu grup adalah 11 orang," kata Ida Arini.

Salah satu peserta lomba, Nurjannah (35) dari Gampong Seuneubok Rawa merasa beruntung dengan diadakan perlombaan tersebut. Menurutnya, lomba ini dapat memberikan nilai positif bagi semua peserta melalui hafalan asmaul husna dan mars pkk.

"Sebelumnya saya tidak bisa menghafal asmaul husna dan mars pkk, namun dengan diadakan lomba maka saya mampu menguasainya dengan baik,"ungkap Nurjannah.

Dari pantauan kabarjw, kegiatan tersebut antusias diikuti oleh seluruh peserta dan menampilkan berbagai keunikan setiap penampilan mereka.**

Admin kabarjw 

Related Posts:

Program PKK Mampu Menunjang Kualitas Layanan Dasar di Gampong

Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) Jakarta adakan Talkshow Interaktif di Radio Andita 105.1 FM Peusangan Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini mengangkat tema Pemberdayaan Perempuan dan Layanan Publik di Gampong.

Dua orang narasumber yang hadir dalam acara ini adalah Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Peusangan, Ida Arini, S.Ked dan Keuchik Gampong Tanjong Paya, Subarni, SE.

Menurut Ida Arini, pemberdayaan perempuan perlu dilakukan setiap gampong untuk meningkatkan skill mereka. Melalui program PKK, perempuan diharapkan lebih aktif dalam mengimplementasikan berbagai kegiatan yang dapat memberikan hasil positif bagi masyarakat lainnya.

"Ada 10 program yang wajib dijalankan oleh PKK gampong yaitu penghayatan dan pengamalan pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan,
kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat," papar Ketua PKK Peusangan.

Ida Arini berharap setiap gampong komitmen untuk mengembangkan program PKK demi kesejahteraan masyarakat.

"Jika semua program tersebut dilaksanakan tentu persoalan layanan dasar dapat teratasi secara perlahan,"lanjutnya.

Keuchik Tanjong Paya menyambut baik paparan dari Ketua PKK Peusangan. Sebagai aparatur, Subarni telah melakukan banyak hal dalam upaya peningkatan  layanan publik baik kesehatan, pendidikan dan lainnya di gampong. Ia juga sangat mendukung program-program yang terdapat di PKK dan kegiatan pemberdayaan perempuan.

"Saya sebagai Keuchik sangat mendukung program PKK dan kegiatan di gampong yang dapat meningkatkan kapasitas kelompok perempuan serta masyarakat lainnya,"ungkap Subarni yang juga menjabat sebagai Ketua BKAD Peusangan.

Subarni menyampaikan bahwa dirinya memberikan peluang bagi perempuan dan masyarakat untuk belajar melalui kegiatan pemberdayaan,  sehingga mandiri serta mampu berpartisipasi dalam pembangunan gampong.

(Admin kabarjw)

Related Posts:

Peluang Usaha, Aparatur Gampong Raya Tambo Bangun Depot Air Masak

Matangglumpangdua- Pemerintah Gampong Raya Tambo Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen mendapatkan dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dari Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) 2019. Dana ini nantinya akan digunakan untuk membangun Badan Usaha Milik Gampong  (BUMG).

Menurut laporan dari geuchiek gampong Drh.Taufiqurrahman dana tersebut dipergunakan untuk membangun kios gampong, yang rencananya akan dibuka tempat jual air minum masak. Serta penghasilan dari usaha ini nantinya akan dipergunakan untuk keperluan gampong itu sendiri.

Safaruddin Sekretaris Desa mengatakan “Penghasilan dari kios air masak ini nanti akan berguna sebagai kas gampong, dimana dipergunakan untuk keperluan gampong sewaktu-waktu jika sangat diperlukan”, Senin (21/10/19).

Dana yang dikeluarkan untuk membangun kios gampong ini sekitar Rp63.290.837 juta yang dilaksanakan lebih kurang selama 60 hari. Kios  Depot Air Masak ini terletak didusun Glee Meulayu, tepatnya disamping mesjid Gampong Raya Tambo.

Syukri selaku ketua pemuda sangat mengapresiasi dengan adanya depot air ini, sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat terutama bagi pemuda yang masih menggangur.

Azmaydar /JW

Related Posts:

Pemerintah Gampong Teupin Siron Bangun Dua Unit Rumah Sewa



Gandapura- Pemerintah Gampong Teupin Siron  Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen bangunkan dua rumah sewa mengunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2019. Pembangunan ini sudah mulai dilakukan sejak awal bulan Oktober 2019.

“Salah satu tujuan membangun rumah sewa ini ialah sebagai unit usaha melalui  Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang dapat memberikan penghasilan ke desa. Andai suatu saat nanti dana desa sudah habis terpakai untuk keperluan gampong, setidaknya gampong masih mempunyai aset.” Ungkap M.Jaril selaku Sektaris Desa (Sekdes) Teupin Siron. Senin (21/10/19).

Ia juga menjelaskan bahwa pada perencanaan tahun ini, akan dibangun dua unit rumah seluas 6x10 meter dengan dua ruang kamar per unit.

Pembangunan dua unit rumah ini menghabiskan anggaran sekitar Rp264.000.000. Pembangunan ini akan dilakukan secara dua tahap, karena masih ada infrasuktur lain yang harus dipenuhi, dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

Untuk tahap pertama akan dianggarkan Rp200.000.000 tahun ini. Namun, sisanya akan dilanjutkan pada tahap kedua di tahun depan.

"Bukan hanya itu, bangunan yang berada didusun Tgk. Di Blang ini juga rencananya akan ditambah dua unit lagi pada tahun depan". Pungkas M. Jaril.


Athalis Anissa/JW

Related Posts:

Warga Dapat Tanaman Gratis Dari Pemerintah Gampong Untuk Pemenuhan Gizi


Sebanyak 110 rumah warga Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen mendapatkan 20 tanaman cabai dan tomat dari pemerintah gampong. Tanaman ini dibagikan secara gratis oleh aparatur untuk memancing semangat warga dalam menanam sayuran di lingkungan rumah mereka.

" 5 juta anggaran yang kita sediakan untuk menanam bibit cabai dan tomat, kemudian kita bagikan gratis kepada setiap rumah. Dengan begini, berharap masyarakat punya inisiatif sendiri untuk menambahkan jenis sayuran di rumah mereka masing-masing," papar Keuchik Gampong.

Upaya ini dilakukan agar masyarakat mendapat asupan gizi dari tanaman yang sehat dikonsumsi. Setiap tanaman akan dirawat dengan baik tanpa menggunakan pupuk non organik demi kualitas kesehatan.

"Jika masyarakat khususnya anak-anak  mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, maka dapat mencegah stunting. Ini alasan yang kuat mengapa kita anjurkan masyarakat menanam sayur di lingkungan mereka, "tambah Ruslan.
Jurnalis Warga/Jummi Yanti

Related Posts:

Pemerintah Gampong Seuneubok Rawa Bagun Jamban Warga Kurang Mampu

Pemerintah Gampong Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen  alokasikan dana desa untuk pembangunan jamban bagi masyarakat kurang mampu. Tujuan dari pembangunan tersebut adalah sebagai upaya pencegahan stunting bagi masyarakat dan menjaga kesehatan dari pengaruh Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Keuchik Gampong, Ruslan menyampaikan komitmennya untuk membangun gampong dan menjamin kesejahteraan masyarakatnya.

"Apapun akan saya lakukan demi kesejahteraan warga, asalkan tidak berbenturan dengan aturan yang telah ditetapkan. Saat ini kita hanya bisa bangun lima jamban dan beberapa rumah rehap, mungkin tahun depan akan kita bangun lagi jika masih ada yang layak mendapatkannya," ungkap Ruslan.

Sementara ini pemerintah gampong telah membangun sebanyak lima unit jamban dengan menghabiskan total dana desa senilai 15jt.

Menyambut kebaikan pemerintah gampong, masyarakat merasa bersyukur atas pembangunan jamban tersebut.

"Saya senang karena pak keuchik mau membangun WC bagi kami yang kekurangan ekonomi, semoga pemerintah gampong dapat memenuhi segala kebutuhan dasar masyarakat miskin," pungkas salah satu penerima manfaat dengan inisial AH.

Jurnalis warga/ Jummi Yanti

Related Posts: