TP PKK Aceh Gelar Peningkatan Kapasitas Bagi Sekretaris Enam Kabupaten/Kota



Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Propinsi Aceh gelar peningkatan kapasitas bagi sekretaris enam kabupaten/kota. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Kartika Kota Langsa, Selasa 25-27 Juni 2019.

Pelatihan yang diadakan selama tiga hari itu dibuka oleh Wakil Ketua I, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT.

Dalam pembukaannya, Dyah Erti Idawati menyampaikan pentingnya pemahaman bagi sekretaris PKK khususnya dalam pengelolaan administrasi.

"Sekretaris harus lebih mampu dari ketua,  terutama terkait pengelolaan administrasi. Posisi sekretaris tidak bisa diduduki oleh sembarang orang, harus yang kompeten dan mampu mengakses teknologi," paparnya.

Harapannya, setiap peserta dapat menggunakan kesempatan ini untuk belajar dan mengikuti pelatihan sampai tuntas. Selain itu, ia juga mengingatkan agar setiap peserta aktif dan bisa menyampaikan kembali materi pelatihan kepada kader lainnya di daerah masing-masing.

"Selamat mengikuti pelatihan, semoga bermanfaat dan bisa disampaikan kepada TP PKK lain di daerahnya nanti apa yang diperoleh disini," tutupnya sebelum melanjutkan materi.

Pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Ketua dan Wakil TP PKK Kota Langsa, Pendamping Desa setempat dan perwakilan sekretaris enam kabupaten/kota yaitu, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Setiap daerah diwakili oleh sekretaris kabupaten/kota, kecamatan dan gampong  dengan jumlah total 35 orang.

TP PKK Bireuen mengirim perwakilan sebanyak lima orang, diantaranya sekretaris kabupaten dua orang, sekretaris kecamatan satu orang diwakili oleh Peusangan serta sekretaris gampong masing-masing satu orang dari Meunasah Dayah Kota Juang dan Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan.
Jummi Yanti/Jurnalis warga


Related Posts:

TP PKK Aceh: "Program Rumoh Gizi Adalah Solusi Cegah Stunting"



Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh upayakan pencegahan stunting sebagai salah satu program unggulan. Hal tersebut dipaparkan oleh Wakil Ketua I TP PKK Aceh, Dr.Ir. Dyah Erti Idawati, MT saat pemaparan materi kegiatan peningkatan kapasitas sekretaris PKK di Aula Hotel Kartika Kota Langsa (25/6).

"Ada tiga program prioritas yang harus dilaksanakan oleh TP PKK yaitu pencegahan stunting, revitalisasi gotong royong dan pencegahan bahaya penggunaan gudget bagi anak dan orang tua,"papar Isteri Plt Gubernur Aceh.

Salah satu langkah TP PKK Aceh dalam upaya pencegahan stunting adalah melalui program "Rumoh Gizi". Implementasinya adalah dengan pemberian makanan bergizi kepada setiap anak di gampong. Dyah Erti Idawati berharap adanya kerjasama aparatur desa dalam mendukung program tersebut.

"Harapannya kedepan setiap desa bisa mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan gizi setiap anak melalui program tersebut. Ini menjadi amanah bagi perwakilan sekretaris PKK yang hadir untuk menyampaikan kepada setiap keuchik di daerahnya," tegasnya.

Program rumoh gizi telah dilegalkan melalui peraturan gubernur nomor 14 tahun 2019. Berharap setiap kabupaten/kota dapat mengatur perbub/perwalnya agar dapat diimplementasikan tingkat desa secepat mungkin.

Dyah Erty Idawati juga menyampaikan bahwa akan memilih 10 titik di kabupaten/kota sebagai pilot project rumoh gizi. Sebagai tahap awal, pada bulan juli mendatang akan dilaunchingkan di Bener Meriah. Jummi Yanti/JW

Related Posts:

Mudahkan Layanan Adminduk, Gampong Teupin Siron Inisiasikan Program PRG



Gampong Teupin Siron Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen akan membuka progam Petugas Registrasi Gampong (PRG). Tujuan dari program tersebut adalah untuk memudahkan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat setempat.  Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes) M. Jaril (53) kepada jurnalis warga, 21/6/2019.

"Sebelumnya, di tahun 2018 memang sudah ada peraturanya untuk PRG, tetapi kita belum melaksanakannya. InsyaAllah tahun ini kita sudah anggarkan dana senilai 5 juta untuk program tersebut," ungkap M. Jaril.

Kebijakan PRG ini tidak hanya memihak kepada masyarakat minim saja, tetapi berlaku untuk semua warga gampong Teupin Siron.

"Kebijakan ini sangat baik untuk kita jalankan dan ada manfaatnya bagi masyarakat untuk memudahkan warga dalam mendapatkan layanan adminstrasi, contohnya seperti pengurusan akta kelahiran, kartu keluarga (KK), dan juga Kartu Tanda Penduduk (KTP)," tambah M. Jaril.

Maryana (35) yang merupakan salah satu warga Gampong Teupin Siron sangat mengapresiasi dengan adanya program ini.

"Menurut saya progam ini sangat bagus karena bisa memudahkan  masyarakat dalam mendapatkan identitas hukum".

Jurnalis Warga/Athlia Anissa

Related Posts:

Pemerintah Gampong Teupin Siron Akan Bentuk Posyandu Lansia


Pos Layanan Terpadu bagi masyarakat lanjut usia atau lebih dikenal dengan Posyandu Lansia merupakan program  penting yang harus dilaksanakan setiap desa. Hal tersebut disadari Keuchik Gampong Teupin Siron Kecamatan Gandapura, Sofyan Yahya. Kepada jurnalis warga ia mengungkapkan rencana pembentukan Posyandu Lansia tahun 2019.

"Kesehatan sangat penting bagi semua masyarakat, selain posyandu balita kita menyadari harus ada layanan kesehatan bagi lansia juga,"ungkapnya saat wawancara di Kantor Keuchik setempat, 20/6/2019.

Rencana pembentukan Posyandu Lansia telah menjadi komitmen bersama aparatur lain di gampong Teupin Siron. Diwaktu yang sama, Sekretaris Desa (Sekdes), Muhammad Jaril ikut memaparkan program kesehatan tersebut yang akan dilaksanakan tahun ini.

"Rencana akan kita laksanakan tahun ini, mungkin akan kita masukkan dalam APBG Perubahan. Karena Sebelumnya kita kurang paham terkait kebutuhan Posyandu Lansia, jadi kita diskusikan dulu dengan petugas kesehatan baik bidan gampong maupun pihak Puskesmas,"papar Muhammad mendampingi Keuchik.

Sebelum adanya Rencana Anggaran Belanja (RAB) sesuai kebutuhan, pemerintah gampong Teupin Siron belum menentukan berapa nominal pasti untuk Posyandu Lansia.

Jurnalis Warga/Susanti

Related Posts:

Pemerintah Gampong Tanjong Paya Bangun Jamban dan Rumah Sehat Bagi Masyarakat Kurang Mampu


Pemerintah Gampong Tanjong Paya Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen telah membangun jamban dan rumah sehat bagi masyarakat kurang mampu dalam dua tahun terakhir ini. Pemerintah gampong tersebut telah merehab rumah warga mulai dari tahun 2017 sampai dengan 2018 dan dilanjutkan lagi melalui  APBG 2019.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Subarni Keuchik gampong setempat kepada jurnalis warga (18/6).

"Tahun 2017 kita sudah mulai memberikan bantuan rumah sehat kepada warga sebanyak empat unit, tahun 2018 sebanyak 10 unit dan tahun 2019 rencana akan kita bangun lagi sebanyak 12 rumah bagi masyarakat kurang mampu,"jelasnya.

Selain rumah sehat, Subarni juga mengatakan bahwa telah membangun  beberapa jamban bagi rumah tangga kurang mampu.

"Tahun 2018 kita juga telah bangun jamban sebanyak lima unit dan akan dilanjutkan tiga unit lagi tahun 2019 bagi rumah yang belum memilikinya," papar Subarni.

Niat baik pemerintah gampong ditanggapi positif oleh masyarakat setempat. Salah satu penerima manfaat dari dana desa tersebut, Aisyah (50) mengungkapkan rasa bahagianya saat diwawancarai jurnalis warga di rumahnya, (18/6).

"Saya senang karena pak keuchik sudah memperhatikan kami yang kurang mampu, memberikan kami bantuan rumah sehat dan membangun jamban,"ungkapnya.

Jurnalis Warga/Putri Phonna

Related Posts:

Komitmen Cegah Stunting, Tanjong Paya Tingkatkan Anggaran Posyandu 2019



Gampong Tanjong Paya Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen tingkatkan anggaran Posyandu tahun 2019. Hal itu dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Perihal itu disampaikan langsung oleh Keuchik Gampong Tanjong Paya Subarni kepada jurnalis warga, 17/6/2019.

"Kesehatan adalah hal yang paling penting bagi masyarakat, jadi kita berupaya mewujudkannya dan memanfaatkan dana desa dengan baik,"ungkapnya.

Peningkatan anggaran kesehatan juga menjadi upaya untuk pencegahan stunting bagi masyarakat Gampong Tanjong Paya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kader Posyandu, Husnul Khatimah. Menurutnya, anggaran Posyandu meningkat karena banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.

"Iya, tahun ini ada peningkatan anggaran Posyandu, tahun 2018 senilai 25 juta sedangkan sekarang sebanyak 30 juta. Hal ini dilakukan agar kualitas layanan dasar maksimal sesuai kebutuhan,"papar Husnul.

Anggaran Posyandu senilai 30 juta dibagi dua kegiatan, yaitu lansia dan balita. Untuk Posyandu balita sebanyak 17 juta sedangkan lansia senilai 13 juta rupiah.

Jurnalis Warga/Hasriani

Related Posts:

Mantapkan Kapasitas Jurnalis Warga, PPMN Adakan Mentoring Reguler


Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) adakan mentoring reguler bagi jurnalis warga. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap bulan untuk peningkatan kapasitas kader binaannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Nurmalis Koordinator Jurnalis Warga (KJW) PPMN wilayah Bireuen dalam saat kegiatan berlangsung di Jati Coffee Paya Meuneng Kecamatan Peusangan (16/6).

"Tujuan dari kegiatan kita hari ini adalah untuk berdiskusi terkait berbagai aktivitas yang ada di desa masing-masing dan mengasah kemampuan menulis setiap isu yang didapatkan. Kita akan mengulang pemahaman jurnalistik dengan baik dan bertindak sebagai jurnalis warga yang bisa memberikan perubahan bagi gampong," papar Nurmalis.

Nurmalis juga menambahkan bahwa kegiatan mentoring reguler sangat penting diadakan setiap bulan,  selain untuk peningkatan kapasitas juga menjadi ruang bertukar pikiran para kader jurnalis warga antar desa.

Jurnalis Warga/Jummi Yanti

Related Posts:

Kebutuhan Posyandu Maksimal, Partisipasi Lansia Meningkat

Pos Layanan Terpadu Lanjut Usia (Posyandu Lansia) Gampong Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan rutin diadakan setiap bulan. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia tersebut mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2018.

Menurut penjelasan ketua kader Nuhafna kepada Jurnalis Warga saat kegiatan berlangsung di Meunasah setempat (15/6), partisipasi warga sangat minim diawal kegiatan berlangsung. Hal tersebut dikarenakan kurangnya fasilitas Posyandu, hanya mengandalkan perlengkapan yang dibawa oleh petugas Puskesmas.

"Dua bulan pertama diakhir tahun 2018 tidak banyak masyarakat yang hadir karena fasilitas posyandu belum terpenuhi dengan baik. Kita hanya memanfaatkan fasilitas seadanya dari petugas puskesmas."Jelas Nurhafna

Pada tahun 2019, Pemerintah Gampong Seuneubok Rawa telah menganggarkan dana desa senilai 15 juta untuk kegiatan Posyandu Lansia.

"Mulai Januari 2019 kita sudah mampu memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat yang hadir ke posyandu, karena dana desa telah menanggung semua yang dibutuhkan seperti, stik kolesterol, glukosa, asam urat, PMT, dan fasilitas lainnya," Lanjut Nurhafna.

Hal tersebut membuat partisipasi masyarakat meningkat secara bertahap setiap bulan. Saat ini sudah mencapai 50 orang yang hadir pada kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, saat ini sudah banyak warga yang hadir. Bulan ini sudah mencapai 50 orang yang hadir, sangat berbeda dari awal diadakan posyandu yang hanya lima sampai sepuluh orang yang hadir," ungkapnya.

Nafsiah (60) salah satu lansia mengemukakan alasannya sering hadir ke posyandu dalam beberapa bulan ini.

"Dulu saat posyandu stik untuk cek kolesterol, gula, dan asam urat sangat terbatas. Setiap kegiatan hanya tiga orang yang diperiksa, selebihnya harus menunggu bulan depan lagi. Hal tersebut membuat kami malas datang. Berbeda dengan sekarang, kita mau cek apa saja sudah bisa dan diberikan PMT baik susu maupun makanan lainnya yang berprotein, jadi membuat kita lebih semangat untuk datang," kata Nafsiah.

Jurnalis Warga/Jummi Yanti

Related Posts:

Pemerintah Gampong Seuneubok Rawa Akan Bangun Sanitasi Bagi Rumah Tangga Kurang Mampu



Ruslan S.Sos Keuchik Gampong Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan komitmen untuk membangun sanitasi bagi masyarakat kurang mampu. Hal tersebut disampaikan saat pertemuan dengan TA P3MD pada 11 Juni 2019 di Meunasah setempat.

"Ada sekitar 15 rumah yang belum memiliki jamban, rencananya akan kita bangun tahun 2019 ini," pungkas Ruslan.

Khusus untuk pembangunan sanitasi, sudah di masukkan anggaran sekitar 30 juta dalam APBG 2019. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah stunting bagi masyarakat gampong Seuneubok Rawa.

Salah satu kepala keluarga, IW (52) berharap adanya perhatian pemerintah gampong untuk menangani persoalan jamban sehat.

"Saya berharap pak keuchik bisa membangun WC untuk kami yang kurang mampu, karena kami tidak memiliki biaya untuk membangunnya sendiri," ungkapnya kepada jurnalis warga (11/6/2019)

Jurnalis Warga/Jummi yanti

Related Posts: