Sejumlah Santri dan Anak Yatim Seuneubok Rawa Dapat Santunan Dari Dana Desa


Sebanyak 50-an santri dan anak yatim Gampong Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen terima santunan dana dari pemerintah setempat. Biaya tersebut diserahkan langsung oleh aparatur gampong pada penutupan kegiatan MTQ, 30 November 2019 di halaman Meunasah Seuneubok Rawa.

Keuchik Gampong, Ruslan menyampaikan bahwa biaya tersebut diberikan untuk memenuhi keperluan  santri yang menetap di pesantren dan kebutuhan anak yatim.

"Ini sedikit kita berikan santunan kepada santri dan anak yatim, minimal dapat dipergunakan untuk keperluannya saat ini,"papar Ruslan.

 Nurlaili (45) orang tua santri mengaku senang terhadap perhatian pemerintah gampong dalam membantu santri dan anak yatim.

"Saya senang sekali karena aparatur gampong peduli terhadap anak-anak kami yang mondok di pesantren dan juga anak yatim di gampong ini, semoga kedepan kegiatan seperti ini terus berlanjut," ungkap Nurlaili kepada kabarjw, usai acara.

Adapun sumber dana tersebut berasal dari Alokasi Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) 2019 satu paket dengan kegiatan MTQ, senilai 12 juta rupiah.

Maswari/Jurnalis Warga

Related Posts:

Peringati Maulid Nabi, Pemerintah Seuneubok Rawa Adakan MTQ


Pemerintah Gampong Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen adakan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Kegiatan tersebut berlangsung mulai 26 November - 30 November 2019 di halaman Meunasah setempat.

Tujuan dari pelaksanaan  MTQ adalah untuk membangun pendidikan karakter anak bidang agama dan meningkatkan keberanian  peserta di depan publik. Hal tersebut disampaikan oleh Keuchik Gampong, Ruslan,S.Sos kepada kabarjw.

"Tujuan musabaqah kita adakan untuk membangkitkan mental anak saat tampil di depan  publik dan meningkatkan pemahaman agamanya,"papar Ruslan.

Disamping itu, Ruslan juga berharap adanya kekompakan antar masyarakat dalam segala aktivitas di gampong. Dukungan masyarakat terhadap segala program gampong menentukan keberhasilan bagi semua pihak.

Kegiatan MTQ tersebut didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) 2019 sebesar 12 juta rupiah. Adapun peserta lomba mulai tingkat SD, SMP dan SMA sebanyak 74 orang dengan tiga kategori yaitu tilawatil qur'an, adzan dan hafalan ayat pendek.

Jummi Yanti/Jurnalis warga

Related Posts:

Menarik, BLC Season III Angkat Tema Masalah Kelangkaan Gas LPG 3 Kg



BIREUEN - Sekolah Pemimpin Muda Aceh Wilayah Kabupaten Bireuen kembali menggelar kegiatan rutinitas bulanannya yaitu Bireuen Lawyer Club (BLC) Season 3, Jum'at,15/11/2019.

Forum diskusi yang membahas dan mengupas permasalahan yang terjadi di Bireuen ini semakin menarik dan bisa saja menjadi panggung panas, lebih lebih BLC Kali ini mengangkat tema "Gas LPG 3 Kg Langka, Siapa Yang Bermain?", tentu pembahasan yang sangat menarik.

Acara ini akan diselenggarakan pada Sabtu (30/11/2019) di Cardova Coffee dan Roastery dengan menghadirkan instansi terkait dari pemerintahan dan komisi terkait dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen.

Presiden BLC Yusri,S Sos di temani oleh Tim kerja BLC mengatakan Kali ini kami akan mendiskusikan masalah kelangkaan gas LPG 3 kg di kabupaten Bireuen.

"Ini seharusnya menjadikan tanggung jawab bersama, terutama pihak pemerintah dalam mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini",tegasnya.


Menurut hemat kami, masyarakat cuma mengharapkan LPG 3 Kg ini tidak lagi langka dan harga melambung, jangan sampai kita cari gas seperti mencari emas dalam pasir padahal gas tersebut subsidi, jika tidak mau ada lagi carut marut masalah gas dalam masyarakat, hapus saja subsidinya.


Lebih lanjut Yusri mengatakan masukan yang cocok kepada Pemerintah, pihak DPRK dan pertamina, berembuklah untuk mencari titik temu mengenai masalah kelangkaan Gas.


"Bila Perlu bentuklah Peraturan daerah (Perda) Yang bahwa gas boleh di tebus oleh desa seperti halnya beras raskin, Insyaallah kami yakin akan mengurangi kecurangan-kecurangan yang di main oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bila itu memang perlu",ujarnya.

Related Posts:

Cegah Stunting Dengan Konsumsi Garam Yodium Dan Makanan Bergizi


Aparatur Gampong Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen bagikan garam yodium untuk masyarakat saat penyuluhan pencegahan stunting di Meunasah setempat, Rabu 13/11/2019.

Dari sisi kesehatan, garam yodium sangat bermanfaat bagi tubuh manusia terutama untuk mencegah penyakit seperti kanker dan lain sebagainya. Hal ini disampaikan oleh Keuchik Gampong, Ruslan, S.Sos kepada kabarjw usai kegiatan penyuluhan.

"Sangat besar manfaat bagi kesehatan dengan mengkonsumsi garam yodium, yaitu dapat mencegah penyakit dan menghindari stunting bagi anak," ungkapnya.

Masyarakat merasa senang karena pemerintah gampong telah memperhatikan kondisi kesehatan mereka. Tahun 2019 masyarakat mendapatkan banyak manfaat dari alokasi dana desa baik bidang kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, administrasi penduduk dan lain sebagainya.

"Alhamdulillah saya senang dengan adanya penyuluhan kesehatan seperti ini, apalagi kami diberikan sesuatu yang bermanfaat. Tahun ini memang banyak hal yang kami peroleh dari dana desa, seperti pembangunan jamban, rumah rehab, pemberdayaan dan lainnya," papar Nurjannah (36) warga setempat.

Selain garam yodium, ibu hamil dan bayi juga mendapatkan paket susu serta roti untuk pemenuhan gizi. Terdaftar ada tujuh ibu hamil dan 51 bayi bulan ini di Gampong Seuneubok Rawa.

JW/Maswari

Related Posts:

Warga Seuneubok Rawa Antusias Ikuti Penyuluhan Pencegahan Stunting


Pemerintah Gampong Seuneubok Rawa Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen adakan penyuluhan pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat terkait pentingnya memperhatikan pertumbuhan anak sejak dini. Hal itu  disampaikan langsung oleh Keuchik Gampong, Ruslan, S.Sos saat pembukaan acara di Meunasah setempat, Rabu 13 November 2019.

"Menjaga anak tumbuh sehat adalah salah satu tugas orang tua dan pemerintah. Dalam hal ini kami pemerintah desa sangat mendukung pemenuhan layanan dasar, terutama untuk kesehatan tahun ini sudah kami anggarkan dana 67 juta lebih sesuai kebutuhan," terang Ruslan.

Camat Peusangan Erri Seprinaldi, SSTP, S.Sos, M.Si dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan stunting. Menurutnya, dengan pemenuhan pola makan yang sehat generasi akan tumbuh sebagai pribadi yang pintar.

"Mari kita jaga pola makan anak-anak kita dengan baik, tidak harus mahal tetapi makanan yang dikonsumsi harus sehat. Sebagai masyarakat desa harus memanfaatkan potensi yang ada, seperti menanam sayur dan memelihara ternak yang bisa dijadikan makanan pokok untuk dikonsumsi sehari-hari," papar Camat Peusangan.

Hal yang sama turut disampaikan oleh Kepala Puskesmas Cot Iju Kecamatan Peusangan, Mahdi, M.Kes memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting. Menurutnya, "bukrik" atau lamban pertumbuhan anak merupakan akibat dari kurangnya gizi mulai dari usia hamil sampai dengan balita.

"Bukrik adalah kata lain dari stunting dalam bahasa Aceh. Hal ini perlu dicegah mulai dari usia kandungan sampai dengan usia anak dengan menjaga pola makan yang sehat," papar Mahdi

Dalam upaya pencegahan stunting, peran pemerintah desa sangat strategis untuk memfasilitasi segala kebutuhan masyarakat. Hal ini diutarakan oleh Masdiana, SP Pendamping Desa P3MD  Kecamatan Peusangan.

"Pemerintah Desa wajib membiayai fasilitas kesehatan masyarakat terutama dalam upaya pencegahan stunting. Dana desa harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk pemenuhan layanan dasar sesuai kebutuhan," tegas Masdiana.

Masyarakat Gampong Seuneubok Rawa sangat antusias mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh narasumber terkait. Selain anak-anak, jumlah peserta yang hadir mencapai 100 orang lebih. Ibu hamil dan balita mendapatkan paket makanan tambahan seperti susu, roti dan peralatan bayi. Sementara masyarakat lainnya mendapatkan garam yodium secara gratis setiap kepala keluarga.

JW/Irwandani 

Related Posts:

KLIK PEKKA "Pulot Ijoe" Resmi Dibentuk Di Gampong Paku


Aparatur Gampong Paku Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen resmikan Klinik Layanan Informasi dan Konsultasi (KLIK) di Meunasah setempat, Selasa 12 November 2019.

Melalui Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), sebanyak 14 warga telah mendapatkan pembinaan secara khusus untuk melaksanakan tugas sebagai kelompok perempuan di gampong tersebut.

"Kader perempuan yang telah dibentuk oleh PEKKA dan Gampong memiliki tanggungjawab dalam mewujudkan peningkatan ekonomi keluarga dan pemenuhan layanan dasar,"ungkap Nurmasyitah salah satu anggota Serikat PEKKA Pulot Ijoe.

Aparatur Gampong Paku, Bukhari berharap dengan adanya Serikat PEKKA dapat membantu warga dalam pemberdayaan ekonomi perempuan dan aktivitas lainnya.

"Dengan adanya Serikat  PEKKA di Gampong Paku semoga dapat membantu kaum perempuan dalam membangun ekonomi produktif serta membantu masyarakat memfasilitasi layanan dasar lainnya," papar Sekretaris Gampong Paku.

Peresmian KLIK tersebut turut dihadiri oleh Dinas PMG PKB, Dinas Pendidikan, DP3A, Disdukcapil, Dinas Kesehatan dan unsur lainnya dari pemerintah Kabupaten Bireuen. Diwaktu bersamaan masyarakat melakukan konsultasi kepada dinas terkait difasilitasi kader PEKKA.

JW/Fitriani

Related Posts:

100 Unit Jamban Gratis Untuk Warga Simpang Peut



Aceh Barat - Pemerintah Desa Simpang Peut Kecamatan Arongan Lambalek  membangun jamban bagi rumah tangga kurang mampu. Pembagunan jamban  tersebut dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes) 2017, 2018 dan 2019. Adapun jumlah jamban yang dibangun oleh Pemerintah Desa setempat yaitu sebanyak 100 unit. Dari 235 Kepala Keluarga (KK) yang menetap di Desa setempat, 100 rumah sudah dibangun jamban secara bertahap. 

Pembangunan jamban desa itu dilakukan,  pasca diberitakan oleh Jurnalis Warga (JW) beberapa waktu lalu, tentang kondisi ratusan warga di Desa Simpang Peut tidak memiliki jamban pribadi.

Fatimah, salah seorang penerima manfaat mengaku senang atas bantuan jamban yang diperolehnya ini.

“Saya sangat senang dengan adanya bantuan jamban ini kerena dengan adanya jamban ini saya dan keluarga saya tidak harus bersusah payah ke daerah yang ditumbuhi semak belukar untuk Buang Air Besar (BAB) seperti selama ini saya lakukan. Hal paling parah jika BAB nya malam susah sekali karna takut di patok sama ular dan binatang-binatang lainnya" ungkap Fatimah (46),  Sabtu (9/10/19).


Asna Dewi/JW Simpang Peut

Related Posts: