Lembaga Pelatihan Swasta dan Pemerintah Ikuti Pelatihan Metedologi Instruktur



Banda Aceh- Sebanyak 22 instruktur dari Lembaga Pelatihan Swasta dan Pemerintah mengikuti kegiatan Pelatihan Metedologi Instruktur. Pelatihan ini diadakan di Balai Latihan Kerja Banda Aceh untuk melatih instruktur dalam proses merencanakan, membuat, serta menyajikan materi pelatihan yang baik. Kamis (29 Agustus 2019).

Dalam kegiatan ini ada dua narasumber yang memberikan materi yaitu dari Balai Besar Pengembangan Produktivitas (BBPP) Bekasi yaitu Giant Yekti Widodo, M.Pd., M.A dan Supadmi yang melatih dan membimbing  beberapa kode unit yang dibutuhkan oleh seorang instruktur di lembaga pelatihan.

Dalam penyampaian, Giant menyampaikan untuk menjadi instruktur tentu dibutuhkan beberapa hal dalam menunjang kreativitas dan juga produktivitas sebagai komponen utama untuk menghasilkan peserta didik yang kompenten dan bernilai saing global.

Ia juga menyampaikan bahwa hal ini tentu ini tidak mudah, maka diperlukan sebuah pelatihan dimana para instruktur ini dilatih dengan berbagai unit kompetensi. Diantaranya adalah merencanakan penyajian pelatihan atau menyusun silabus pembelajaran yang nantinya digunakan dalam melaksanakan penyajian materi (face to face). Selain itu instruktur diberikan tugas untuk menulis sebuah artikel berdasarkan kode unit yang dipilih tentunya berdasarkan latar kejuruan yang ditempuh. Setiap instruktur juga harus bisa mengoperasikan komuter tingkat dasar, seperti Microsoft word, Excel dan PowerPoint. Setelah itu mereka juga dibina dalam cara mengelola bahan dan peralihan pelatihan yang dibutuhkan.

Ade Hilmawan (35) Instruktur Technical Support/ Perakitan Komputer  mengatakan materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena bisa diaplikasikan pada pelatihan yang akan dilaksanakan nantinya sekembali ke tempat tugas.

“Perlengkapan dan kebutuhan peserta juga lengkap jadi sangat membantu dalam proses belajar” pungkasnya kembali.
Selain mengikuti rangkaian kegiatan berdasarkan jadwal yang telah disusun, kegiatan ini juga akan dipersiapkan untuk mengikuti Ujian Kompetensi di akhir kegiatan.

Syafiani/JW

Related Posts:

Jurnalis Warga Bireuen Resmi Launching



Bireuen- Jurnalis Warga Bireuen resmi di Launching. kegiatan ini dilakasanakan oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) melalui Koordinator Jurnalis Warga (KJW) Bireuen. Kegiatan ini berlangsung di ruang Opproom lantai dua Kantor Bupati Bireuen. (Jumat (23/8).
Jurnalis warga ini terbentuk kerena program PPMN sejak lima tahun. PPMN telah menyelenggarakan progam jurnalisme warga di puluhan Kabupaten dan belasan Provinsi di Indonesia. Pada tahun 2017, PPMN telah menerapkan progamnya pada tiga Kabupaten di Aceh, yaitu Bireuen, Aceh Barat dan Bener Meriah.

“Kegiatan ini dilakukan secara bertahap, bukan hanya Aceh tapi seluruh Indonesia mendapatkan program untuk mengembangan jurnalis warga. Namun pada tahun 2019, Aceh mendapatkan kepercayaan kembali untuk program ini dan hanya satu kabupaten yaitu Bireuen.” Ungkap Nurmalis.

Ia juga menambahkan bahwa Jurnalis Warga (JW) menjadi jembatan atau sarana untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada publik dan juga pihak pemerintah. Dengan adanya JW, informasi-informasi di gampong bisa disampaikan ke media sosial. Pada tahun 2019 ini, JW sudah mempunyai website sendiri, yaitu kabarjw.com. Dengan adanya jurnalis menulis terkait program-program yang ada di gampong, maka tidak ada lagi yang tersembunyi.

Dalam launching tersebut, ada tiga narasumber yang memberikan materi sebagai penguat jurnalis warga yaitu Rita Suhana, S. Sos., MSM Kabid Pengelolaan Opini dan Aspirasi Publik dari Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Bireuen, Murdeli anggota PWI Bireuen, dan Erry Seprinaldi, SSTP, S.Sos, M.Si Camat Peusangan.

Adapun materi yang disampaikan yaitu mengenai pentingnya Kelompok Informasi Gampong (KIG). KIG ini merupakan kelompok yang dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif yang aktivitasnya melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan nilai tambah.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh dinas-dinas kabupaten Bireuen, Kapolres Bireuen, wartawan Bireuen, Forum penulis Bireuen (FAMe), Lembaga Pers Mahasiswa Suara Almuslim (LPM SA), Jurnalis Warga Peusangan, Gandapura dan Simpang Mamplam, kemudian perangkat gampong serta tamu undangan lainnya.

Athlia Anissa/ JW Bireuen

Related Posts:

Bantu Penderita Lumpuh Kurang Mampu, FPPU Galang Dana


Aceh Barat- Forum Pemuda Peduli Umat (FPPU) Wilayah Arongan Lambalek menggelar aksi solidaritas penggalangan dana untuk  masyarakat yang menderita lumpuh di Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat.

Aksi yang dilakukan oleh Forum PPU merupakan gabungan dari Pemuda, Mahasiswa dan Santri ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang menderita lumpuh total, target utamanya yaitu Nurdin, Fauzi dan beberapa lainnya yang berada di Arongan Lambalek, Simpang Peut. Rabu, 21/08/2019.

Koordinator lapangan Rahmat Al Riza, mengatakan bahwa aksi seperti ini memang harus di estafetkan.

“Tentunya aksi penggalangan ini tidak dilakukan semata-mata untuk hura-hura, tetapi ada nilai-nilai kemanusiaan yang tertanam dibalik aksi penggalangan dana ini, dan semoga penggalangan dana ini tidak berhenti disini saja,” ujar Rahmat.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Umat (PPU) T. Kasman Alfaruq juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah memberikan donasi berupa uang kepada penderita Lumpuh di Arongan Lambalek.

“Terimakasih kepada semua lapisan masyarakat yang telah menjadi donator dalam kegiatan ini, dan paling khusus pada relawan Forum Pemuda Peduli Umat yang sangat antusias dalam menggalang dana untuk penderita lumpuh terutama bagi masyarakat kurang mampu. Semoga apa yang di berikan ini menjadi amal jariyah bagi kita semua.” Ungkap T. Kasman.

Dalam hal ini ia juga menambahkan, dana ini bukan hanya khusus untuk membantu biaya pengobatan pasien karena untuk pengobatan sendiri, sudah di tangani oleh jaminan kesehatan yang ada di Aceh. Akan tetapi ini diperuntukkan kepada keluarga pasien, setidaknya dengan adanya bantuan ini dapat meringankan keluarga yang menemani pasien di Rumah Sakit.

Ia juga berharap semoga kedepanya akan bertambah pemuda-pemuda lainnya yang mau dan peduli terhadap sosial, dan selalu ingin membantu sesama. Kemudian dengan adanya aksi seperti ini, bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga pasien.

T. Kasman juga berharap, semua penderita lumpuh yangg tergolong keluarga kurang mampu di Arongan Lambalek mendapatkan perhatian kusus dari pihak pemerintah (biaya hidup selama perawatan) dan bisa di rujuk ke rumah sakit umum.

Selain itu, kami juga menerima sumbangan donasi dalam bentuk uang yang bisa disalurkan melalui rekening anggota Pemuda Peduli Umat 

AN. Ustazi, No Rek : 7104281669 (Bank Mandiri Syariah)
Narahubung 082368810803 (WA) T.Kasman Alfaruq 
                     085362745964 (WA) Rahmat Al Riza

T. Kasman/JW Seuneubok Teungoh Kecamatan Arogan Lambalek Aceh Barat

Related Posts:

Pemerintah Kecamatan Peusangan Bersama TPID Gelar Bursa Inovasi Desa 2019


Pemerintah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen bersama Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) gelar Bursa Inovasi. Tujuan dari kegiatan tersebut sebagai ajang publikasi berbagai produk unggulan setiap gampong. Hal tersebut disampaikan oleh ketua TPID, T. Mahyudi saat laporan kegiatan di Balai Desa Kecamatan Peusangan, 21/8/2019.

"Tujuan dari kegiatan bursa inovasi sebagai  ajang publikasi seluruh produk dan memudahkan desa dalam mereplikasi setiap inovasi yang telah ditampilkan,"papar Mahyudi.

Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos dalam pembukaannya berharap seluruh desa bisa menciptakan produk yang bermanfaat dan menjadi gampong yang maju.

"Setiap desa harus punya produk yang bisa menangani permasalahan ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat,"tegasnya.

Bupati Bireuen juga menambahkan bahwa tidak semua gampong bisa menghasilkan produk yang sama, namun bisa dilaksanakan sesuai dengan kebutuhannya.

Erry Seprinaldi, SSTP, S.Sos, M.Si juga menyampaikan bahwa hampir semua gampong di Kecamatan Peusangan telah memiliki produk unggulan desa (Prudes), namun terhambat dalam proses pemasarannya.

"Di Peusangan hampir semua gampong telah memiliki prudes, hanya saja masih kurang maksimal karena terhambat dalam proses pemasarannya,"papar Camat Peusangan.

Sejumlah produk unggulan di Kecamatan Peusangan dipamerkan pada kegiatan tersebut. Keuchik gampong yang telah berhasil dalam inovasi desa 2018 mendapatkan penghargaan dan diserahkan langsung oleh Bupati Bireuen. Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh aparatur dan unsur perempuan dari 69 desa serta undangan lainnya.

Arif Darmawan/Jurnalis Warga

Related Posts:

HUT RI Ke 74, Camat Peusangan Serahkan Hadiah Juara Lomba Asman Toga


Usai memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 di Lapangan Blang Asan, Camat Peusangan umumkan dan serah hadiah bagi pemenang lomba Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga), Sabtu 17 Agustus 2019.

Erry Seprinaldi, SSTP, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa ada tujuh gampong yang berhasil memperoleh juara lomba Asman Toga.

" Dari 69 desa di Kecamatan Peusangan, ada tujuh desa yang mendapat juara berdasarkan hasil dari tim penilaian ,"paparnya.

Tujuh juara tersebut diantaranya Gampong Seuneubok Aceh sebagai juara 1, Gampong Putoh juara 2 dan Matang Mesjid juara 3.

Sementara tiga gampong lainnya yang memperoleh juara harapan 1,2 dan 3 adalah Pante Ara, Pante Pisang dan Krueng Dheu. Selanjutnya ditutup dengan juara favorit oleh Gampong Krueng Baro Mesjid.

Perolehan juara tersebut melewati kriteria penilaian dari tim PKK Kecamatan. Ida Arini, S.Ked Ketua PKK Kecamatan Peusangan menyampaikan beberapa item penilaian Asman Toga.

" Ada beberapa kriteria yang kami nilai dalam pelaksanaan perlombaan tersebut yaitu adanya SK toga, papan struktur toga, papan nama toga,  dukungan anggaran, nama jenis toga, profil toga, dokumentasi foto atau vidio dan inovasinya," ungkap ketua tim penilaian.

Jurnalis Warga/Jummi Yanti

Related Posts:

LPK dan BLK Ikuti Bimtek Upgrading Training Need Analysis



Banda Aceh- Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh mengadakan acara Bimtek Upgrading Training Need Analysis untuk Pengelola Pelatihan. Acara ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta dalam wilayah Provinsi Aceh.  Pelatihan ini dilaksanakan dari 05- 09 Agustus 2019.

Samsul  selaku ketua panitia  mengatakan tujuan  dari kegitan ini adalah memberikan pemahaman  akan tatacara menentukan kebutuhan pelatihan kerja dan tindak lanjutnya. Sehingga tenaga kerja yang disiapkan bisa terserap  di pasar kerja atau menjadi wirausaha nantinya

“Pelatihan ini dianggap penting karena merupakan suatu terobosan untuk menghadapi  tantangan ketenagakerjaan saat ini dan kedepan yang akan semakin rumit dan komplek.  Sehingga acara ini sangat penting diselenggarakan dan diikuti oleh Lembaga Pelatihan Kerja. Narasumber yang memang ahli dalam menganalisa kebutuhan pelatihan kerja di Aceh. Jadi tidak ada lagi kebutuhan kerja yang tidak sesuai di saat melakukan pelatihan nantinya.” Pungkasnya kembali.

Samsul juga menambahkan pelatihan kerja merupakan sebuah solusi  yang dapat ditempuh media untuk pengimplemetasikan link and match antara tenaga kerja dan dunia kerja atau pengguna dilakukan ecara sitematis  dari berbagai element. Sehingga program kerja dapat mencapai sasaran yang efektif dan efisien.

Hanan Fakhrizal dalam kata sambutannya mengatakan “Dalam setahun terakhir, pengangguran di Aceh berkurang 18 ribu orang sejalan dengan TPT yang turun 5, 35% pada Februari 2018. Hal ini bukan berarti kerja kita sudah selesai. Masih teramat banyak tatangan kedepan untuk membenahi keadaan ketenagakerjaan Aceh”

Dalam kesempatan ini ia juga menyampaikan perlunya kesepahaman semua pihak untuk bekerjasama dan bertanggungjawab dalam menyiapkan putra-putri Aceh  untuk dapat bersaing dengan tenaga kerja lokal maupun asing. Hal ini dilakukan  untuk menggapai peluang kerja dan penciptaan kesempatan kerja menjadi wirausaha mandiri menjadi tantangan yang harus dihadapi.


Syafiani/ Jurnalis Warga

Related Posts:

Sambut HUT RI Ke 74, Gampong Raya Tambo Adakan Turnamen Bola Grata Cup 2019




Matangglumpangdua- Aparatur desa dan masyarakat Gampong Raya Tambo menyelenggarakan turnamen bola Grata Cup 2019 dalam rangka memperingati Hari Kemedekaan Republik Indonesia yang ke 74. Acara ini diselenggarakan dari 04 hingga 06 Agustus 2019. Selasa (06/08/19).

Kepala desa (Keuchik) Gampong Raya Tambo, Taufiqurrahman menyatakan bahwa acara turnamen sepak bola ini diselenggarakan untuk kebersamaan dan solidaritas baik dari peserta team sepak bola maupun masyarakat Gampong Raya Tambo.

Syukri ketua pemuda juga mengatakan “ajang turnamen ini bukan hanya  menjadi suatu kegiatan yang memupuk semangat solidaritas dan kebersamaan, tapi juga mengembangkan skill peserta team  sepakbola yang akan diseleksi menjadi sebuah team kesatuan club sepak bola Grata FC. Sehingga generasi yang akan datang dapat melahirkan peserta dan team sepakbola yang akan menjadi the next Team Grata Fc.

Ia juga menambahkan turnamen ini khusus masyarakat Gampong Raya Tambo saja, jadi team dibagi menjadi tiga, yaitu team A, B dan C, serta strategi permainnannya menggunakan sistem poin.

Jurnalis Warga/Rahmad Hardian

Related Posts:

FP LKP Aceh Latih Operator Menggunakan Aplikasi Simak Gradasi


Forum Persatuan  Lembaga Kursus Pelatihan (FP LKP) Aceh bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Cabang FP LKP Bireuen adakan pelatihan bagi seluruh operator di LKP Amsada Kutablang Kabupaten Bireuen, Kamis (1/8/2019).

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman operator terkait manajemen pengelolaan LKP, terutama dalam penggunaan aplikasi simak gradasi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Syahril Kiram, Ketua FP LKP Aceh saat paparan materinya.

"Sangat penting bagi semua operator memahami sistem pengelolaan data seperti dapodik, keuangan, penilaian serta kegiatan pembelajaran,"paparnya.

Syahril menambahkan bahwa, aplikasi simak merupakan sumbangsih dari perkumpulan Generasi Digital Indonesia (Gradasi) untuk negeri dalam upaya memudahkan dan mempercepat proses kerja.

"Tidak ada alasan bagi LKP kehilangan data, semua sudah terintegrasi dalam database yang bisa diakses 24 jam,"tegas Syahril.

Salah satu peserta kegiatan, Misna (23) merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi tersebut.

"Saya merasa beruntung karena punya kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini, terlebih lagi sekolah kami akan mengajukan akreditasi tahun depan,"ungkap Misna.

Pelatihan tersebut dilakukan seluruh wilayah Aceh dengan jadwal yang berbeda oleh FP LKP propinsi.

Jurnalis Warga/Syafiani

Related Posts: