Desak Copot Jabatan Kadinsos Bireuen, Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi Mosi Tak Percaya Kepada Bupati dan Kajari

 


Bireuen - Aliansi Mahasiswa Bireuen menggelar aksi mosi tak percaya terhadap Bupati dan Kejari Bireuen, bertempat di halaman Kantor Kejaksaan dan Kantor Bupati setempat. Selasa. (31/08/2021).

Koordinator Aksi, Azis Alkhuzzar mengungkapkan alasan pihaknya melakukan aksi turun ke jalan. Karena melihat banyaknya persoalan yang selama ini terjadi di Kabupaten Bireuen dibawah kepemimpinan Bapak Muzakkar A. Gani, yang jauh dari harapan masyarakat.

Begitu pula halnya beragam persoalan yang tidak terselesaikan, baik secara administrasi maupun secara hukum. Terutama terkait perihal realisasi tahun Anggaran 2020.

“ini adalah bentuk perlawanan kami terkait kondisi Bireuen saat ini yang semrawut. Semisal temuan berdasarkan LHP BPK RI Perwakilan Aceh, PAD tidak dikelola dengan efektif. Termasuk kita meminta Bupati Bireuen menertibkan lahan parkir yang disewakan ke instansi penegak hukum, serta menertibkan galian C ilegal,” Sebut Aziz Al-Khuzzar.



Aziz juga menambahkan “Kami Aliansi Mahasiswa Bireuen menuntut Bapak Bupati untuk menertibkan dan menyelesaikan permasalahan parkir yang selama ini disewakan ke Lembaga Vertikal,” Terangnya kemudian.

Mereka juga menuntut Bupati Bireuen secara tegas mencopot Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bireuen Mulyadi, SE. MM.

Kasus dugaan Korupsi Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi masyarakat miskin di Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Bireuen, tahun Anggaran 2021. Hal tersebut dinilai perlu untuk disuarakan karena telah dihentikan proses hukumnya, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen pada Agustus 2021. Kasus tersebut terkesan diabaikan begitu saja oleh Bupati.

“Kadinsos diduga korupsi dana UEP, yang diperuntukkan bagi 250 penerima yang terdampak COVID–19. Pengembalian uang negara saja tidak cukup. Jelas tersebut pada Undang-undang korupsi pasal 4, bahwa pengembalian uang negara tidak menghapus sifat pidana korupsi itu sendiri” tegasnya.

Aliansi Mahasiswa Bireuen menuntut Muzakkar A Gani untuk membuat regulasi terhadap pengembalian uang Rp. 100 juta ke kas Daerah, agar uang yang dikembalikan oleh Kadinsos Bireuen bisa disalurkan kembali kepada masyarakat miskin dan penerima manfaat.

Mahasiswa yang tergabung dari berbagai kampus di Bireuen itu juga menuntut Bupati untuk tegas, dan memberikan sanksi kepada Satuan Kerja Perangkat Kabupaten/Kota (SKPK) yang bermasalah sesuai dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta menindaklanjuti rekomendasi BPK terhadap dinas-dinas terkait.

“kita meminta Bupati agar tidak menutup mata terhadap berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Bireuen,” Tutupnya.

Aksi tersebut diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Bireuen dengan sejumlah organisasi di kabupaten Bireuen, diantaranya SEMMI, HMI, Ketua Umum PD PII Bireuen, Dema IAI Almuslim, BEM Hukum UNIKI, DPP FORMAB, PB Himabir, SEMA Akbid Munawarah, HIMAP Umuslim dan FORKOPMABIR.

 

Release

Related Posts:

Corona Ada di Aceh, Segera Vaksin!

 

Peusangan- Pada pertemuan lintas sektor Kecamatan Peusangan, khusus membahas tentang cakupan vaksinansi. Saran dari Danramil 06 Peusangan yaitu Kapten. Inf. Agus. S untuk menghadirkan salah satu pasien yang telah sembuh dari Covid-19, memberikan testimoni pada kegiatan tersebut. Selasa. (31/08/2021).

IY (44 tahun) yang merupakan salah seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) yang berdomisili di Kecamatan Peusangan, menyampaikan apa yang dirasakannya saat menjalani isolasi mandiri akibat dinyatakan Positif terkena Virus Covid-19.

IY Bersama anaknya AF mengisahkan betapa sakitnya terkena virus Corona, yang selama ini kebanyakan orang tidak mempercayai adanya virus tersebut.

“kami sudah mengalaminya, serasa hampir mati. Badan kami lemas dan seolah persendian hampir putus. Kami juga kesulitan bernafas, sungguh sangat menderita,” kenangnya.

Bahkan mereka berdua harus mengurus dirinya masing-masing, karena harus isolasi mandiri. Awalnya mereka sempat pesimis, jika bisa sembuh. Tetapi mereka tetap semangat untuk berjuang dari rasa sakit tersebut.

“corona itu ada, jangan disepelekan. Pada saat itu kami tetap harus berjuang dan selalu berfikir positif, serta mengkosumsi vitamin. Paling penting saat tau kalau diri kita sakit, kita harus menjauhi kerumunan, tetap isolasi mandiri. Pastinya semangat untuk berjuang hidup”. AF menyemangati.

Kini IY telah sembuh total dan meyakinkan kepada peserta yang hadir dan kepada semua, jangan menyepelekan Covid-19. Patuhi protokol kesehatan, dan paling penting segera lakukan vaksin agar melindungi diri kita dan orang lain, mencegah, serta menghentikan dari penyebaran Covid-19.


Penulis : Rahmadsyah Harahap (Jurnalis Warga)

Related Posts:

Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Peusangan Masih Rendah

 


Peusangan-  Muspika Kecamatan Peusangan lakukan pertemuan lintas sektor triwulan wilayah kerja Puskemas Peusangan, kegiatan tersebut diselenggarakan di Balai Pembangunan Desa Kantor Kecamatan setempat. Selasa. (31/8/2021).

Kegiatan pertemuan lintas sektor, merupakan rangkaian evaluasi permasalahan kesehatan masyarakat dalam upaya mengambil kebijakan perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pertemuan lintas sektor kali ini khusus membahas terkait capaian persentase vaksinasi Covid-19 wilayah kerja Puskesmas Peusangan mencakup 35 Gampong.

Berdasarkan data yang disampaikan M. Nazar selaku Kepala Puskesmas Peusangan, jumlah sasaran vaksinasi di wilayah kerjanya untuk Tahun 2021 yaitu sebanyak, 24.777 yang terdiri dari, Nakes 233, Masyarakat Umum 15.055, Publik 2.942, Lansia 3.133, Tenaga Pendidik 1. 183, Remaja, 2.231 dan kedepannya  akan dilakukan vaksinasi dengan sasaran ibu Hamil sebanyak 233.

“dari 24.777 yang menjadi target vaksinasi yang kita rencanakan, baru tercapai sebanyak 1.756 untuk Vaksinasi Dosis pertama dengan persentase sebesar 7 persen, ini menujukkan masih rendahnya persentasi vaksinasi yang kita laksanakan sampai saat ini,” ujar M. Nazar.

Dirinya juga menambahkan beberapa kendala dan tantangan, yang dialami saat vaksinasi yaitu masih banyak masyarakat yang tidak mau di vaksin, masih terdapat desa yang belum dilakukan vaksin dan juga stok vaksin yang terkadang tidak tersedia di Dinas Kesehatan Bireuen.

Maka melalui pertemuan lintas sektor kali ini berkomitmen, untuk pencapaian target vasinasi hingga mencapai minimal 85 persen, sampai dengan kuartal ketiga tahun 2021.

“agar terpenuhinya target tersebut, maka kami bersama Muspikan akan ke gampong-gampong untuk sosialisasi,” ujar Kapus Peusangan dengan penuh semangat.

Pada Kesempatan yang sama Ibrahim, S. Sos, selaku Camat Peusangan juga menghimbau kepada para Keuchik agar dapat terus memberikan informasi-informasi yang benar kepada masyarakat terkait vaksinasi Covid-19.

“aparatur  beserta Satgas Covid di gampong harus bisa menghalau informasi hoax (bohong) yang beredar dikalangan masyarakat, termasuk semua harus vaksin. Sehingga masyarakat bisa percaya dan segera melakukan vaksin,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Rangkaian kegiatan pertemuan lintas sektor tersebut, diakhiri dengan pemberian modul ibu hamil kepada Gampong, yang telah berhasil memberikan perhatiannya untuk program ibu hamil.


 

Penulis : Rahmadsyah Harahap (Jurnalis Warga)

Related Posts:

Sejumlah Siswa Berprestasi SMPIT Azkiya, Diapresisasi Karena Banggakan Sekolah


BIREUEN – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Azkiya memberi apresiasi kepada sejumlah siswa yang telah mengharumkan nama sekolah di ajang kompetisi tingkat kabupaten selama tahun 2021. Apresiasi itu diberikan kepada masing-masing siswa setelah upacara pengibaran bendera di halaman kompleks SDIT/SMPIT Azkiya. Senin. (30/08/2021).

Guru Olahraga SMPIT Azkiya Bireuen, Subarni mengatakan apresiasi kepada siswa yang diberikan merupakan penghargaan dari sekolah karena siswa-siswa ini telah mengharumkan nama sekolah melalui beberapa kompetisi tingkat kabupaten di tahun ini.

"Ada dua kompetisi yang diikuti beberapa siswa SMPIT Azkiya Bireuen, yakni Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) tingkat Kabupaten 2021, dan Festival Dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) tingkat Kabupaten tahun 2021," sebutnya

Lebih lanjut, Subarni menambahkan beberapa juara yang diraih siswa SMPIT Azkiya di KSON yakni juara 2 Cabang Olahraga (Cabor) Renang Putra, juara 3 Cabor Renang Putri, juara 2 Cabor Silat Putra dan juara 2 Cabor Badminton Putri.

"KOSN diikuti oleh siswa putra dan putri dan rata-rata siswa kami mendapatkan juara 2, sedangkan untuk FL2SN untuk ajang nyanyi solo siswa kita mendapatkan juara 2," sebutnya.


Juara 2 renang putra, didapatkan oleh Andrian Muhammad Syauqi, juara 3 renang putri oleh Maisura, juara 2 silat putra, T Muhammad Firmansyah dan juara 2 badminton putri oleh Safira Fieza Aqila. Sedangkan juara 2 nyanyi di ajang FL2SN didapatkan oleh Atqia Achyea.

"Alhamdulillah beberapa prestasi yang didapatkan oleh siswa-siswa ini tidak lepas dari dukungan dan arahan para ustad dan ustadzah di sekolah ini, semoga insyaAllah kedepan kita akan terus berupaya menjadi kiblatnya pendidikan di Aceh," pungkas Subarni.


Penulis : Baihaqy (Jurnalis Warga)

Related Posts:

HMI MPO Bireuen Datangi Kejari, Tanyakan Kasus Dugaan Korupsi Bansos UEP yang Dihentikan

 


Pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO), cabang Bireuen bersilaturahmi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Bireuen yang disambut langsung oleh Mohammad Farid Rumdana selaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari). Senin. (30/08/2021).

Junaidi Ahamid selaku ketua umum HMI MPO cabang Bireuen, mengatakan sebagai pengurus baru ingin melakukan silaturahmi dengan Kajari yang juga baru dilantik pada 6 Agustus 2021.

Selain memperat silahturahmi, pada kesempatan tersebut juga membahas isu yang sedang hangat di perbincangkan di media sosial. Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi masyarakat miskin di Dinas Sosial Kabupaten Bireuen tahun anggaran 2021, yang telah dihentikan.

“kami ingin agar Kajari Bireuen bisa menindaklanjuti  kasus-kasus korupsi yang terjadi di kabupaten Bireuen, dengan menindak tegas para koruptor sesuai aturan yang berlaku dan tidak tebang pilih. Termasuk dugaan korupsi Bansos UEP” tegas Junaidi. Dirinya juga menambahkan bahwa HMI siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk senantiasa membantu pemberantasan korupsi di Bireuen.

Pada pertemuan tersebut Kajari menerima dengan baik kunjungan dan silaturahmi pengurus HMI MPO Bireuen, dirinya juga membutuhkan doa dan dukungan agar sama-sama mengawal proses hukum di kabupaten Bireuen.

“kami senang ada yang datang berdiskusi dengan kami, dan memang benar kasus dugaan Bansos UEP tersebut sudah dihentikan. Namun jika nanti adanya bukti baru, valid, akurat, terpercaya, dan dapat di pertanggung jawabkan maka kasus ini kami buka kembali," pungkasnya kemudian.


Penulis : Halimatul Sakdiah (Jurnalis warga)


Related Posts:

HMI MPO Cabang Aceh Tengah, Sukses Gelar Basic Training Selama Tiga Hari

 


Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO)  Cabang Aceh Tengah  telah sukses melaksanakan kegiatan pengkaderan atau Basic Training (LK-1) di rumah kader di kampung Kala Begasing . Aceh tengah. (29/08/2021).

Acara yang dimulai 27 s/d 29 Agustus 2021 diikuti oleh 8 (delapan) peserta yang telah di nyatakan lulus, dan mereka merupakan Mahasiswa dari Perguruan Tinggi GAJAH PUTI dan IAIN Takengon, Aceh Tengah. Kegiatan tersebut di buka dan di tutup langsung oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Aceh Tengah.

Angga Irantoni selaku ketua panitia, kepada media ini mengatakan, Basic Training LK 1 yang diselenggarakan oleh HMI MPO Cabang Aceh Tengah mengusung tema "Optimalisasi Kader HMI MPO Menuju Kader Yang Berkualitas Dan Berdaya Saing Di Era 5.0".

"Basic Training  (LK-1) ini digelar untuk melakukan kaderisasi calon Kader HMI MPO dan untuk melahirkan kader-kader yang berkualitas, mandiri, Kreatif dan Loyalitas  serta bertanggung jawab", ujar Angga.

Panitia mengucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman dari Bireuen atas partisipasinya dalam membatu kegiatan basic training tersebut, dan kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi.

Dewi Riani selaku Ketua Umum HMI MPO Cabang Aceh Tengah dalam sambutannya mengaku senang dengan kesediaan teman-teman  mahasiswa yang mau berproses di HMI, dan dirinya juga menyampaikan bahwa organisasi itu kampus kedua untuk teman-teman yang mau belajar.

"Kami sangat senang dan menyambut dengan baik teman-teman mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi untuk bergabung dalam HMI MPO, sehingga cita-cita kita untuk mewujudkan  Kader Yang Berkualitas dan Berdaya Saing Di Era 5.0 terwujud”, ujarnya.

Dewi juga menambahkan bahwa basic training LK -1 merupakan jenjang kaderisasi yang dilalui oleh mahasiswa, sebelum dinyatakan dan dilantik menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam MPO, bagi HMI perkaderan dan perjuangan merupakan jantung organisasi.

 

Sumber : Release

Related Posts:

Dengarkan Keluhan Layanan Publik, Pemerintah Siap Bermitra dengan Komunitas "Daweut Apui" Bireuen

 


Bireuen- Komunitas Daweut Apui yang merupakan kumpulan Jurnalis Warga Bireuen sampaikan keluahn warga, pada workshop Workshop dengan multi pihak dan stake holder. Jumat (27/08/2021)


dr. Irwan Agani selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bireuen mengapresiasi kinerja jurnalis warga, yang telah memberikan banyak informasi kepada mereka sebagai pengambil kebijakan dan bersedia untuk menerima keluhan dan kritikan warga terkait isu pelayanan kesehatan di kabupaten Bireuen.

“kami memang belum maksimal, dan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk publik. Tentunya kami membutuhkan warga yang menyampaikan persoalan dengan cara yang bijak, ini adalah langkah awal untuk kita bersinergi dan berkolaborasi. Beberapa temuan dari jurnalis warga akan segera di tindaklanjuti sesuai dengan kemampuan kami,” ujar dr. Irwan yang merupakan satu-satunya kepala dinas yang hadir pada kegiatan tersebut.

Selain itu Alfian, M. Pd yang mewakili dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen mengatakan hal senada, dan berharap informasi yang diberikan di kanal informasi jurnalis warga Bireuen tidak hanya perihal negatif saja, tapi juga informasi positif yang bermamfaat bagi masyarakat.

Semisal adanya bantuan beasiswa yang diberikan kepada siswa berprestasi, hal tersebut tidak hanya diberikan kepada pendidikan formal tapi juga informal (dayah). Juga beberapa penghargaan dan program di Disdikbud yang patut diketahui oleh publik. Disisi lain Alfian mengaku juga mengakui masih ada kekurangan formasi guru dan kepala sekolah, begitu pula masih adanya sekolah terpencil di kabupaten Bireuen yang membutuhkan perhatian, dan perihal lainnya.  

“perlu banyak pihak untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di kabupaten Bireuen, dan kami dari pemerintah juga tidak tinggal diam untuk itu. Banyak hal baik yang sudah kami lakukan, tapi kami juga tidak mengingkari masih banyak hal yang harus kami benahi. Sehingga membutuhkan kerjasama dari banyak pihak, termasuk jurnalis warga untuk mengawasi pelayanan publik”, pungkasnya kemudian.


Murni M. Nasir selaku Koordinator “Daweut Apui” menyatakan selalu siap berkolaborasi dan membangun sinergisitas dengan pemerintah daerah, tapi tetap mempertahankan idealisme dan terus memperjuangkan hak warga yang selama ini belum terpenuhi dengan baik.

“program jurnalisme warga siap bekerjasama dengan siapa pun, tapi kami tetap kritis pada mendorong transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik,” tegas Murni mengakhiri pembicaraannya.

 

Penulis : Rahmadsyah Harahap (Jurnalis Warga)

Related Posts:

Komunitas “Daweut Apui” Bireuen, Gelar Workshop Memfasiliatsi Keluhan Warga

 


Bireuen- Komunitas Jurnalis Warga kabupaten Bireuen yang diberi nama “Komunitas Daweut Apui”, melakukan Workshop dengan multi pihak dan stake holder, bertempat di Oproom kantor pemerintahan Kabupaten Bireuen. Jumat. (27/8/2021)


Rahmadsyah Harahap selaku fasilitator dan juga merupakan salah satu jurnalis warga Daweut Apui mengatakan tujuan kegiatan tersebut guna membangun koalisi dan jejaring pemerintah dan CSO maupun tokoh antara jurnalis warga dan masyarakat, dengan pengambil kebijakan level kabupaten. Selain  itu, juga agar rersampaikannya keluhan atau persoalan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat, terkait isu di sektor kesehatan, Pendidikan dan administrasi kependudukan.

“selama ini kami telah melakukan tugas jurnalistik, dan menemukan banyak sekali keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. Sehingga keberadaan kami sebagai jurnalis warga adalah menjadi corong warga untuk memberikan informasi ke publik, serta ikut memfasilitasi persoalan kami temui,” ujar lelaki yang kerap dipanggil Abu Medan.

Selanjutnya pada pertemuan tersebut Muhammad Dian yang mewakili komunitas Daweut Apui, memaparkan kondisi yang selama ini ditemui di beberapa gampong, bahkan sekolah. Diantaranya Petugas Registrasi Gampong (PRG) yang selama ini belum maksimal, banyak masyarakat yang tidak bisa berobat karena faktor terhimpit ekonomi, kasus Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang selama ini kurangnya pembinaan, Bides yang tidak menetap di gampong, anak putus sekolah dan lainnya.

Pada kegiatan tersebut ikut dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten Bireuen yaitu Dinkes, Disdikbud, Diskominsa, DPMG, Bappeda, Disdukcapil dan Prokopim. Selain itu juga turut hadir TA PSD, SAK Bireuen, LPM SA, Karang Taruna, KNPI dan Jurnalis warga dari Ceritawarga.com.

 

Penulis : Andika Dara (Jurnalis Warga)

Related Posts:

HMI Cabang Aceh Tengah Gelar Pelantikan Pengurus



 

Pelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Aceh Tengah dan seminar kebangsaan sukses dilaksanakan yang  bertempat di Gedung Persit Kodim 0106 kabupaten Aceh Tengah. Kamis (26/08/2021).

Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh ketua PB HMI Affandi Ismail dan Dandim 0106 kabupaten Aceh Tengah diwakili Lettu Rudi Andoko.

Dalam sambutannya Lettu Rudi Handoko menyampaikan agar mahasiswa yang menjadi tongak bangsa dan menjadi pembeharuan (revolusi), bisa bersama-sama menjaga NKRI dan memanfaatkan ilmu untuk membantu mengembangkan bangsa.

“jadilah mahasiswa yang bisa merubah negara ini jauh lebih maju,  jaga moral dan agama. karena masa depan negara tergantung dipundak kalian mahasiswa dan pemuda”, tegasnya.

Affandi Ismail selaku ketua umum PB HMI ikut menyampaikan apresiasi kepada tim di cabang Persiapan Aceh Tengah, yang telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyukseskan kegiatan.

Affandi juga menambahkan kader HMI harus mampu mendakwahkan islam secara menyeluruh dengan mengharapkan ridha Allah SWT, dan kedepannya siap untuk membantu perkaderan Cabang persiapan Aceh Tengah.

Selain itu Dewi Riani selaku ketua umum mengapresiasi semua tim, dan pada saat pembukaan kegiatan menjelaskan jika HMI adalah organisasi yang tertua di Indonesia. Himpunan ini lahir 2 tahun setelah indonesia merdeka yaitu pada tahun 1447 M.

“maka sebagai mahasiswa harus bisa memanfaatkan organisasi itu sebagai wadah pembenahan diri  dan  peningkatan kualitas agar dapat bermanfaat bagi ummat dan bangsa". Pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

 

Penulis : Fakrurrazi (Jurnalis Warga)

Related Posts:

ANBK akan dilaksanakan Serentak, SMP IT Muhammadiyah Bireuen Lakukan Pra-Simulasi

 

Bireuen- Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muhammadiyah Bireuen (SMP IT MuhBir) melaksanakan kegiatan pra-simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021, dengan tujuan menunjang kemampuan siswa ketika simulasi serentak dilaksanakan pada 02 September mendatang ini.

Almizan, S. Sos. selaku koordinator SMP IT MuhBir mengatakan bahwa kegiatan pra-simulasi ini kita lakukan untuk melatih siswa dalam proses login serta mempejari bentuk-bentuk soal yang akan dijawab nantinya, Selasa (24/08/21).

“Kegiatan ini diikuti kurang lebih 60 siswa dengan tiga sesi atau tahap, mulai dari kelas VIII hingga kelas IX sesuai intruksi dari pusat.” Ungkap Mizan.

Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Asesmen Nasional dilaksanakan dengan 3 (tiga) instrumen yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM Literasi, Numerasi), Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar.

“Dalam ANBK ini ada 2 (dua) bagian yang wajib dijawab oleh peserta yaitu tentang AKM literasi dan numerisi (matematika) dengan waktu 60 menit perbagiannya. Untuk ANBK kali ini kita masih menggunakan semi on-line UNBK sehingga soal dan hasil ujian dikirim melalui jaringan internet (sikronisasi).” Jelasnya kembali.

Ia juga menambahakan bahwa bentuk soal Asesmen Nasional ada beberapa bentuk, seperti, pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, serta uraian.

“Semoga dengan adanya pra-simulasi ini dilaksanakan, siswa mampu menguasai dan tidak meraba-raba dalam mengikuti ANBK yang akan diadakan oleh pihak kemendikbud dan persiapan untuk mengikuti AN secara serentak oleh pemerintah” tutur Mizan dengan penuh harap.



Penulis : Nurul Izzati (Jurnalis Warga)

Related Posts:

Baihaqy : Pemerintah Bireuen Wajib Lahirkan Qanun CSR di Bireuen

 


Bireuen- Pemerintah Bireuen diharapkan dapat menyusun dan menetapkan qanun tentang Corparate Social Responsibility (CSR). Aturan ini bertujuan untuk mengatur penyaluran dana CSR dari beberapa perusahaan yang beroperasi di kabupaten Bireuen. Selasa. (24/08/202).

Disamping itu, qanun ini juga bertujuan untuk mensinergikan program pemberdayaan masyarakat, baik yang digagas oleh pemerintah yang bersumber dari anggaran daerah maupun dari kewajiban perusahaan.

Hal ini tentunya akan berimplikasi terhadap keuangan daerah. Sehingga program-program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak sepenuhnya akan bergantung dari anggaran daerah.

Baihaqy yang merupakan salah satu pemuda gampong Lancok-lancok, kecamatan Kuala yang selama ini juga sebagai pemerhati isu sosial di kabupaten Bireuen, menyampaikan bahwa baik ditingkat pusat maupun ditingkat provinsi ada sederet regulasi yang bisa dijadikan sebagai landasan oleh Pemerintah Bireuen untuk menyusun dan menetapkan qanun CSR di Bireuen.

“Qanun CSR ini tentunya akan menjadi acuan bagi perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bireuen untuk menyalurkan dana CSR. Bahkan bisa dipastikan, qanun CSR bisa memberi manfaat positif bagi masyarakat yang selama ini tidak ada akses dengan perusahaan.

Baihaqy menambahkan bahwa ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam qanun CSR. Pertama terkait transparansi informasinya. Hal ini bertujuan untuk memberikan akses informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan menepis adanya dugaan "kong kali kong".

Kedua, adanya institusi khusus yang mengatur syarat dan prosedur yang berkaitan dengan penyaluran CSR, sehingga CSR yang akan disalurkan nanti terbebas dari "like dan dislike".

Ketiga, adanya "reward" dan "punishment" terhadap perusahaan yang menjalankan dan tidak menjalankan ketentuan sebagaimana yang diatur dalam qanun CSR nantinya.

Terakhir, perlu juga diberi ruang kepada masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan CSR di Bireuen.

 

Penulis : Baihaqi (Tokoh Pemuda Kuala)


Related Posts:

Gampong Alue Glumpang, Lokus Penangangan Stunting di Kabupaten Bireuen

 


Peusangan - Tim Pembinaan dan Penilaian Gampong Lokus Stunting Kabupaten Bireuen berkunjung ke Desa Alue Glumpang pada Selasa, (23/8/2021).

Tim Pembinaan dan Penilaian dari Kabupaten Bireuen tergabung dari sembilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang telah dibentuk Pemerintah, guna menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dalam rangka penurunan angka kasus stunting di Kabupaten Bireuen.

Pada kesempatan ini Tim yang diketuai oleh Sekretaris Bapeda Kabupaten Bireuen. Irmawati, SP, mengatakan bahwa di Bireuen terdapat 63 Gampong yang menjadi Lokus penanganan masalah stunting.

"Karena kondisi pandemi Covid-19, yang mengharuskan adanya rekofusing anggaran, maka kegiatan penanganan stunting ini dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2020 terdapat 10 Gampong, termasuk Gampong Alue Glumpang, Kecamatan Peusangan yang menjadi target kita dalam penurunan angka kasus stunting, dan pada tahun 2021 masih 10 Gampong, pada tahun 2022 direncanakan 25 Gampong", jelasnya.

Irmawati, juga menyampaikan bahwa secara khusus adanya intervensi dalam penanganan stunting, melibatkan 9 OPD di Kabupaten Bireuen dengan Indikator dan modul masing-masing yang harus dilakukan, yang sudah direncanakan sejak pelaksanaan Musrenbang untuk memastikan semua OPD yang terlibat memasukkan anggarannya pada program pencegahan penurunan angka stunting".

Pemerintah Gampong Alue Glumpang melalui Keuchiek Mustafa mengatakan, Program Pencegahan dan Penurunan Angka kasus stunting di desanya sudah dijalankan pada tahun 2020.

" Kami sudah berkomitmen menurunkan angka stunting sampai angka 0, dan kita juga sudah menganggarkan anggaran di APBG sebesar Rp92 juta dibidang kesehatan, dengan fokus kepada perbaikan gizi dan juga pembangunan fasilitas MCK warga". Ujarnya.

Kegiatan Pembinaan dan Penilaian Gampong Lokus Stunting di Gampong Alue Glumpang, dirangkai dengan kegiatan Posyandu Anak, dan masyarakat terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

 

Penulis : Rahmadsyah Harahap  (Jurnalis Warga)

 

Related Posts:

Sambut Idul Adha, ACT Bagi Qurban Kepada Warga


Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan kegiatan pembagian hewan quban kepada masyarakat yang terdiri empat kabupaten yaitu Bireuen, Pidie Jaya, Pidie dan Aceh Besar. (21/7/2021).

Dalam hal ini ACT bekerja sama dengan Türkiye Diyanet Foundation (TDV) salah satu perusahaan di Turki.

Aksi tersebut dimanfaatkan sebagai bantuan kemanusiaan dalam program Global Qurban yang bertajuk "Berqurban Tanpa Batas".

Teknis pelaksanaannya, panitia pelaksana yang dimandatkan kepada Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membagi jadwal pengambilan per kabupaten dengan meregistrasi terlebih dahulu dan mengambil nomor antrian.

Setelah itu panitia mempersilahkan kepada setiap perwakilan desa untuk mengambil hewan qurban yang sudah disembelih untuk dibawa ke desanya masing-masing dan di bagikan ke masyarakat. 

Muhammad Dian selaku Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat pada aksi sosial tersebut.

"Hanya Allah yang mampu membalas kebaikan semua pihak dan kami ucapkan terima kasih, semoga menjadi keberkahan untuk kita semua pada Idul Adha kali ini," ujarnya. 

Kegiatan pembagian hewan qurban ini di laksanakan di desa Meue Pangwa Kecamatan Tringgadeng Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Pembagian di mulai dari pukul 08.00 WIB - 14.00 WIB.


Reporter : Muhammad Dian/ JW Bireuen

Related Posts:

Tim Binaan Presdir PT. IRJ Group Batak FC Launching Tim dan Jersey

Sumber Foto : Media Lintas Nasional

SUMUT, Seiring Dengan Bergulirnya Kompetisi Liga 3 PSSI 2021, Tim Batak FC Medan Sumatera Utara (Sumut), saat ini terus melakukan persiapan untuk mengikuti Kompetisi Liga 3 PSSI Tahun 2021 ini.

Tim yang bermarkas di Medan Sumatera Utara ini disponsori dan dibawah binaan PT Imza Rizky Jaya Group . Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang, salah satunya Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) Program Indonesia Terang dan Program Rumah Indonesia Terang.

Tim Batak FC merupakan tim binaan Dr (Cn) Hj Rizayati SH MM, selaku CEO PT Imza Rizky Jaya Group . Bahkan beberapa hari ke depan Batak FC akan melakukan launching uniform (jersey tim) di Medan.

"Alhamdulillah saya baru menerima surat undangan untuk launching jersey tim Batak FC di Medan pada 27 Juli 2021 ini, Insya Allah kami akan hadir di Medan," kata Hj Rizayati sembari memperlihatkan surat undangan tersebut.

Dikatakan pengusaha muda asal Bireuen Aceh ini, Tim Batak FC sudah lama menjadi Tim binaan PT Imza Rizky Jaya Group . "Kami selalu siap mendukung anak-anak bangsa untuk terus berprestasi," ucap Hj Rizayati yang dijuluki Srikandi Cut Nyak Cahaya Jeumpa ini.

Ditambahkan Oleh suaminya (Hj.Rizayati) H. Imran Abdul Hamid, menurut informasi yang diperoleh dari manajemen Batak FC, acara launching Jersey Batak FC direncanakan akan dihadiri oleh Walikota Medan, Bobby Nasution yang juga menantu Presiden Joko Widodo.

"Kita doakan acara launching Batak FC dalam rangka persiapan mengikuti Kompetisi Liga 3 PSSI di Medan dapat berjalan lancar sesuai harapan serta kita berharap kompetisi Liga 3 PSSI tahun ini bisa segera digelar," Presiden Partai Indonesia Terang (Pinter) Hj Rizayati.

Sebagaimana diketahui, saat ini PT Imza Rizky Jaya Group dibawah pimpinan Hj Rizayati, juga menjadi sponsor Tim Sepakbola PON Aceh yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua Oktober 2021 mendatang.

 

Reporter : Teuku Aiyub

Related Posts:

Pengurus LPM SA Ikuti Pembukaaan Konferta AJI Bireuen

                             

Pendiri AJI Bireuen, H. Ar Djuli, memberikan masukan kepada ketua dan sekretaris AJI Bireuen periode 2021-2024, Umaruddin-Jalimin. | Foto: KBA.ONE, Wakjen Juli 

 

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Almuslim hadir penuhi undangan Konferta ke-4 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen, yang digelar di hotel Djarwal. Sabtu (10/7) kemarin pagi.

Dalam Konferta tersebut, Umaruddin (Odi) bersama Jalimin berhasil terpilih secara aklamasi sebagai ketua dan sekretaris AJI Bireuen periode 2021-2024, yang sebelumnya dibuka melalui zoom meeting oleh Sasmito Madrim selaku Ketua AJI Indonesia ini berjalan sangat lancar.

Menurut pantauan Suara Almuslim, Konferta yang dihadiri anggota AJI Bireuen dari tiga kabupaten yaitu Bireuen, Aceh Tengah dan Bener Meriah ini berjalan sangat lancar, dengan menerapkan Protokol Kesehatan (PROTKES) guna pencegahan Covid-19.

Pada sambutan pembukaannya, Sasmito melalui zoom meeting berharap kepada seluruh anggota AJI untuk tingkatkan solidaritas, saling bahu-membahu, dan juga melakukan penguatan secara organisasi.

"Intinya solidaritas perlu ditingkatkan agar tidak ada satu pun dari anggota AJI yang mengalami kekerasan dari orang-orang yang tidak puas atas pemberitaan kawan-kawan," harap Sasmito.

Sementara itu, Ketua AJI Bireuen periode 2018-2021, Bahrul Walidin pada kesempatan tersebut mengharapkan agar AJI Bireuen ke depan bisa terus maju dan berkembang.

“Teman-teman dalam anggota AJI agar terus solider. Solid semua sehingga  bisa terus berjuang untuk kebebasan pers dan juga meningkatkan profesionalisme wartawan di Bireuen,” harap Bahrul

“Bagi ketua yang terpilih agar dapat membawa wadah jurnalis dan tetap utamakan independensi,” tandas ia dengan tegas.

Sasmito juga terus memantau jalannya Konferta AJI Bireuen. Ketua dan sekretaris terpilih diminta menyusun pengurus lengkap termasuk Majelis Etik dan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO).



Reporter : Deki

Related Posts:

HIMABIS UMUSLIM Gelar Pelatihan Kewirausahaan dan Kepemimpinan


Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABIS) Universitas Almuslim (UMUSLIM) menggelar Pelatihan Kewirausahaan dan Kepemimpinan dengan tema "Start Your Experience, Be A Great Intrepreneur and A Great  Future Leader" yang berlangsung di Aula Sekdakab Bireuen, Sabtu (10/7) sore tadi.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan baik secara individu maupun dalam berorganisasi. Kegiatan ini dilakukan untuk menanggulangi berbagai permasalahan yang terjadi di Negara maupun dikalangan para pemuda dan mahasiswa pada saat ini.

"Pandemi Covid-19 telah membuat pengangguran dimana-mana, PHK dan pembisnis yang menutup usahanya, jadi dengan diangkatnya materi kewirausahaan diharapkan orang-orang tidak terpaku lagi di hal-hal tersebut, mereka masih dapat mengembangkan usahanya dengan hal-hal yang baru dan dengan adanya kepemimpinan, maka orang tersebut diharapkan mampu memimpin suatu instansi atau perusahaan." Ujar Sayed Chairul Raziq selaku Ketua HIMABIS.

Kegiatan tersebut juga mengundang beberapa pemateri yang hebat dibidangnya, yaitu Siti Maisyarah S.E., M.E (Dosen sekaligus penulis buku Nilai Tukar, Volume dan Bea Keluar Pada Ekspor Pinang), Rahmat Asri Sufa S.H., S.Pd.I., M.Pd (Tokoh muda Bireuen sekaligus penulis dan editor buku dan Aktivis), Adilla Syahra (Wakil II Duta Lingkungan Provinsi Aceh 2019) dan Akhyar Rizki (Jurnalis Muda dan Organisator).

Adapun untuk peserta dalam kegiatan tersebut terdiri dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat yang sudah bekerja dari 6 Kabupaten/Kota seperti Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Pidie Jaya, Pidie dan Aceh Tengah

"Untuk keseluruhan acaranya, Alhamdulillah dalam keadaan lancar, masalah pandemi Covid-19 juga sudah mendapatkan perizinan, kita juga sudah berkonsultasi dengan Polres Bireuen, Pemkab Bireuen dan dengan orang-orang yang mempunyai wewenang di bagian ini." ucapnya tegas.



Penulis : Rahman Effendi/ JW Bireuen

Related Posts:

Panwaslih Bireuen Ajak Warga Lakukan Pengawasan Partisipatif


Sejumlah perwakilan dari elemen masyarakat, mengikuti sosialisasi pengawasan partisipatif di sekretariat  Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Bireuen. Kegiatan bertajuk “Bersama Kita Wujudkan Pemilu/ Pemilihan yang Berintergritas di Kabupaten Bireuen”, menghadirkan dua narasumber yaitu Marini (Komisioner Panwaslih Provinsi Aceh) dan Teuku Kemal Pasha (akademisi dari Universitas Malikussaleh). Kamis (8/7/2021).

Ketua Panwaslih Bireuen Wildan Zacky E pada pembukaan kegiatan menyampaikan, bahwa pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang luber dan jurdil memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu Panwaslih Bireuen akan selalu membuka ruang untuk bisa melakukan kegiatan sosialiasi dan diskusi seperti ini di banyak kesempatan kedepan.

Marini sebagai narasumber menjelaskan bahwa pentingnya pengawasan masyarakat dalam pemilu. Peran pengawasan yang dilakukan masyarakat bisa dengan memberi informasi mengenai adanya dugaan pelanggaran, baik yang dilakukan penyelenggara  maupun peserta.

“adanya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu adalah bentuk dari penggunaan hak warga negara untuk mengawal hak pilihnya, apalagi  Bireuen memiliki indeks kerawanan dugaan pelanggaran Pemilu yang paling banyak mengenai money politik pada Pemilihan Kepala Daerah sebelumnya” imbuh Marini.

Maka Selain Bawaslu, pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap proses penyelenggaraan pemilu menjadi upaya kontrol dari masyarakat untuk menjaga suara dan kedaulatan terciptanya demokrasi yang bersih, khususnya di kabupaten Bireuen.

Teuku Kemal Pasha dengan materi “Pemilu dari Perspektif Agama” menegaskan, sekarang tidak ada cara lain untuk memilih pemimpin yang baik dan shalih kecuali melalui Pemilu. Hampir dapat dipastikan bahwa munculnya pemimpin yang buruk ahlaqnya menyebabkan buruk dan terabaikannya hak-hak rakyat. Salah satu penyebab naiknya para pemimpin yang buruk karena orang-orang yang shalih mengabaikan sarana pemilu ini.

Akademisi tersebut juga melarang adanya masyarakat terpengaruh dengan politik uang (Money politic) dan Golongan Putih (Golput). Karena hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, malah menimbulkan masalah baru.

“terpenting kita pilih yang amanah kalah menang tidak jadi soal yang terpenting kita sudah menyalurkan aspirasi kita, dengan begitu berarti kita sudah ada ihtiar untuk memilih pemimpin yang terbaik untuk negara kita,” ujar Kemal mengakhiri pembicaraannya.

kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta dari berbagai elemen, yaitu Sekolah Anti Korupsi (SAK) Bireuen, KNPI, HMI, Karang Taruna, Inong Balee, dan Komunitas Jurnalis Warga Bireuen.

 

Penulis : Dian, Syibran, dan Nurulyana


Related Posts:

Lagi, Remaja di Bireuen Terkendala Biaya untuk Berobat

 

Reza Pahlepy (14) mengidap penyakit bocor jantung yang beralamat di Blang Tambu, Kecamatan Simpang Mamplam.

Buah hati pertama dari Munawar (41) dan Linawati (42) diketahui mengalami bocor jantung sejak usia 12 tahun. Reza sudah ditangani di RSUD Fauziah Bireuen lalu dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan di RSUZA dan RS Malahayati, dokter merekomendasikan Reza untuk dibawa ke RS Adam Malik Medan untuk dilakukan pengobatan lanjutan dan tindakan operasi.

Ibunya mengatakan Reza sudah sempat dibawa ke RS Adam Malik Medan pada bulan Maret 2020, tetapi ternyata tidak bisa dilakukan tindakan karena ada pembengkakan pada jantungnya, jadi harus ditunda untuk operasi.

"Harusnya ini sudah balik ke RS Adam Malik lagi, namun yang menjadi kendala keluarga saat ini adalah biaya akomodasi perjalanan kesana yang kami tidak sanggup karena keterbatasan ekonomi keluarga.". Ungkap ibunya ketika dikunjungi di kediamannya.

Ayahnya yang bekerja sebagai petani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga sangat terkendala untuk biaya pengobatan. Selama ini untuk membantu biaya pengobatan, ibunya mencoba berjualan kue untuk dititipkan di warung kopi kecil di desanya.

Reza sebelumnya bersekolah dan mengaji di Dayah Arongan kelas 2 SMP, tetapi selama setahun terakhir ini Reza tidak masuk sekolah karena mudah sekali lelah dan sulit bernafas karena penyakit yang dideritanya.

Ibunya mengatakan Senin yang akan datang ini akan kembali ke RS Malahayati Bireuen untuk mengambil rujukan dan akan berobat kembali ke RS Adam Malik untuk melihat keadaannya apakah bisa ditindaklanjuti untuk melakukan operasi.

 

Penulis : Nurul Daba

Related Posts: